Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Perubahan kepemimpinan CEO Disney sedang mengalami momen penting. Dengan Bob Iger yang akan mengundurkan diri pada akhir tahun, tampaknya dewan direksi mulai serius dalam memilih pemimpin baru.
Proses penggantian CEO Disney sebelumnya, jujur saja, penuh kekacauan. Bob Iger berkali-kali memperpanjang masa jabatannya, dan calon penggantinya sering kali gagal. Meskipun Iger mengundurkan diri pada akhir 2021, hanya setahun kemudian Bob Chapek dipecat dan Iger kembali menjabat, sebuah kejadian yang tidak biasa. Kali ini, mereka mengundang pemimpin dari luar untuk menghindari kesalahan yang sama.
James Gorman, yang menjabat sebagai Ketua Disney, sebelumnya adalah CEO Morgan Stanley selama 14 tahun dan memiliki rekam jejak mengatasi masa sulit pasca Lehman Brothers. Prioritas utamanya adalah proses penggantian CEO kali ini. Gorman tidak hanya memilih orang, tetapi menyusun rencana suksesi yang mempertimbangkan stabilitas organisasi secara keseluruhan. Pengalaman di Morgan Stanley memberinya keahlian dalam memimpin proses suksesi yang disiplin selama beberapa tahun.
Di internal, ada empat eksekutif bersaing untuk posisi puncak. Josh D'Amaro, yang memimpin divisi Parks, dianggap sebagai kandidat terdepan, berkat rekam jejaknya dalam mendorong rencana ekspansi senilai 600 miliar dolar. Dia adalah pemimpin karismatik yang telah bekerja di Disney selama 27 tahun dan mendapatkan dukungan kuat dari Wall Street. Di sisi lain, Dana Walden, kepala divisi TV dan streaming, juga menjadi kandidat kuat. Jika dia terpilih, dia akan menjadi CEO wanita pertama di perusahaan ini. Kandidat lain yang dipertimbangkan termasuk Alan Bergman, kepala studio film, dan Jimmy Pitaro, ketua ESPN.
Namun, misi CEO baru ini sangat berat. Mereka harus mengoptimalkan pendapatan dari strategi streaming, beralih dari televisi konvensional, memanfaatkan AI, dan membuat keputusan bisnis di tengah ketidakpastian geopolitik. Selain itu, mereka harus memaksimalkan nilai dari merek-merek yang diakuisisi selama era Bob Iger, seperti Pixar, Marvel, dan Lucasfilm.
Yang menarik adalah nasib kandidat yang tidak terpilih. Karena masing-masing memimpin divisi penting, kemungkinan besar mereka akan mengundurkan diri jika tidak terpilih. Di Morgan Stanley, ketika CEO baru ditunjuk, kandidat yang kalah biasanya diangkat sebagai wakil presiden bersama sebagai langkah retensi. Dewan direksi Disney juga mempertimbangkan pendekatan serupa.
Pengumuman CEO baru dijadwalkan, tetapi di tengah perubahan besar di industri, keputusan ini sangat penting. Pergantian generasi dari Bob Iger ke pemimpin berikutnya bukan sekadar pergantian posisi puncak, melainkan juga menandai perubahan kepemimpinan yang mampu menanggapi transformasi besar dalam industri hiburan secara keseluruhan.