Perubahan kepemimpinan CEO Disney sedang mengalami momen penting. Dengan Bob Iger yang akan mengundurkan diri pada akhir tahun, tampaknya dewan direksi mulai serius dalam memilih pemimpin baru.



Proses penggantian CEO Disney sebelumnya, jujur saja, penuh kekacauan. Bob Iger berkali-kali memperpanjang masa jabatannya, dan calon penggantinya sering kali gagal. Meskipun Iger mengundurkan diri pada akhir 2021, hanya setahun kemudian Bob Chapek dipecat dan Iger kembali menjabat, sebuah kejadian yang tidak biasa. Kali ini, mereka mengundang pemimpin dari luar untuk menghindari kesalahan yang sama.

James Gorman, yang menjabat sebagai Ketua Disney, sebelumnya adalah CEO Morgan Stanley selama 14 tahun dan memiliki rekam jejak mengatasi masa sulit pasca Lehman Brothers. Prioritas utamanya adalah proses penggantian CEO kali ini. Gorman tidak hanya memilih orang, tetapi menyusun rencana suksesi yang mempertimbangkan stabilitas organisasi secara keseluruhan. Pengalaman di Morgan Stanley memberinya keahlian dalam memimpin proses suksesi yang disiplin selama beberapa tahun.

Di internal, ada empat eksekutif bersaing untuk posisi puncak. Josh D'Amaro, yang memimpin divisi Parks, dianggap sebagai kandidat terdepan, berkat rekam jejaknya dalam mendorong rencana ekspansi senilai 600 miliar dolar. Dia adalah pemimpin karismatik yang telah bekerja di Disney selama 27 tahun dan mendapatkan dukungan kuat dari Wall Street. Di sisi lain, Dana Walden, kepala divisi TV dan streaming, juga menjadi kandidat kuat. Jika dia terpilih, dia akan menjadi CEO wanita pertama di perusahaan ini. Kandidat lain yang dipertimbangkan termasuk Alan Bergman, kepala studio film, dan Jimmy Pitaro, ketua ESPN.

Namun, misi CEO baru ini sangat berat. Mereka harus mengoptimalkan pendapatan dari strategi streaming, beralih dari televisi konvensional, memanfaatkan AI, dan membuat keputusan bisnis di tengah ketidakpastian geopolitik. Selain itu, mereka harus memaksimalkan nilai dari merek-merek yang diakuisisi selama era Bob Iger, seperti Pixar, Marvel, dan Lucasfilm.

Yang menarik adalah nasib kandidat yang tidak terpilih. Karena masing-masing memimpin divisi penting, kemungkinan besar mereka akan mengundurkan diri jika tidak terpilih. Di Morgan Stanley, ketika CEO baru ditunjuk, kandidat yang kalah biasanya diangkat sebagai wakil presiden bersama sebagai langkah retensi. Dewan direksi Disney juga mempertimbangkan pendekatan serupa.

Pengumuman CEO baru dijadwalkan, tetapi di tengah perubahan besar di industri, keputusan ini sangat penting. Pergantian generasi dari Bob Iger ke pemimpin berikutnya bukan sekadar pergantian posisi puncak, melainkan juga menandai perubahan kepemimpinan yang mampu menanggapi transformasi besar dalam industri hiburan secara keseluruhan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan