Lelang Ikan Pertama Setelah Penangguhan (First Fish Auction) Menarik Banyak Pengunjung di Umm Salal

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(MENAFN- Gulf Times) Sekitar 32 ton ikan dan hewan krustasea dipajang dalam sebuah lelang yang diadakan di Umm Salal Central Market setelah aktivitas penangkapan ikan dilanjutkan, menarik partisipasi kuat dari pengecer, pedagang, dan restoran.

Total tersebut mencakup 29 ton dan 625kg ikan yang ditangkap secara lokal serta 2.444kg krustasea, bersama dengan 4.961kg ikan impor dan 1.300kg krustasea impor. Lelang, yang diadakan di halaman pasar selama satu jam setelah salat fajar (Fajr), menghadirkan perwakilan dari gerai ritel, toko komersial, serta sektor perhotelan.

Penjualan itu menandai lelang ikan pertama sejak operasi penangkapan ikan dilanjutkan setelah penangguhan sementara terkait langkah-langkah kehati-hatian yang diterapkan pada beberapa hari terakhir.

Dr Raed Abdulilah Shibl, dokter hewan kedua di Bagian Pengendalian Kesehatan pada Munisipalitas Umm Salal, mengatakan semua ikan yang dipajang dalam lelang menjalani pemeriksaan kesehatan ketat oleh tim dokter hewan munisipal. Pemeriksaan ini dimulai saat kedatangan kiriman, biasanya antara pukul 11 malam dan 4 pagi, untuk memastikan produk aman, segar, dan disimpan dengan baik sebelum lelang.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan dalam beberapa tahap. Kendaraan transportasi pertama-tama diperiksa untuk memastikan kepatuhan terhadap standar, termasuk pendinginan yang tepat serta penggunaan es batu hancur yang cukup yang memenuhi persyaratan kesehatan. Penggunaan es balok tidak diperbolehkan karena tidak memenuhi standar penyimpanan yang disetujui.

Kendaraan juga diperiksa kebersihannya, dan tidak adanya bau yang tidak sedap sebelum pembongkaran diotorisasi. Indikator kualitas ikan mencakup mata yang cerah dan menonjol, tekstur yang padat, tidak ada bau yang menyengat, serta insang berwarna merah muda.

Setelah dinyatakan lolos, para kuli pelabuhan menerima dan mengurutkan kiriman di bawah pengawasan dokter hewan antara pukul 11 malam dan 4 pagi. Pengurutan dilakukan berdasarkan penilaian mutu komersial dan klasifikasi kesehatan.

Unit Ikan munisipal, yang mencakup 19 dokter hewan spesialis, melakukan pemeriksaan harian terhadap ikan dan krustasea lokal maupun impor untuk menjaga kesehatan konsumen dan memastikan kualitas produk. Jika terdeteksi pembusukan, jumlah yang terkena langsung dibuang, dan stok yang tersisa dinilai ulang untuk memastikan keamanan. Produk tambahan yang tidak layak dimusnahkan sesuai kebutuhan.

Dalam proses lelang, para nelayan menunjuk perwakilan untuk menyerahkan hasil tangkapannya kepada mandor, yang kemudian mengangkut ikan ke area lelang yang ditetapkan untuk dilakukan penawaran.

Dalam kasus ketika jumlah besar dibuang, sertifikat pemusnahan resmi diterbitkan, yang merinci jenis dan volume produk yang ditolak berdasarkan nama pemilik kiriman.

Setelah pengurutan, juru lelang membuka penawaran menggunakan harga awal indikatif yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan dan Industri, dengan penawaran kompetitif berlanjut hingga semua lot terjual kepada penawar tertinggi.

MENAFN02042026000067011011ID1110936969

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan