CEO BlackRock Larry Fink, dalam sebuah wawancara di podcast Big Boss Interview BBC, memperingatkan bahwa jika harga minyak mencapai $150 per barel, ekonomi global bisa terjerumus ke dalam resesi "yang keras dan tajam."


$XTIUSD $XBRUSD

Fink memimpin BlackRock, manajer aset terbesar di dunia (mengelola sekitar $14 triliun dolar dalam aset), skala yang memberinya perspektif istimewa tentang pasar global. Wawancara ini dipublikasikan saat perang yang sedang berlangsung antara AS-Israel dan Iran mengguncang pasar energi.

Dua skenario ekstrem
Fink menekankan bahwa hasil dari perang "tidak akan berada di tengah-tengah," tetapi akan berkembang menjadi salah satu dari dua ekstrem:

1. Skenario de-eskalasi: Jika konflik berakhir dan Iran kembali diterima oleh komunitas internasional, harga minyak bisa turun di bawah level pra-perang, ke $40/barel. Fink menggambarkan ini sebagai gambaran "kelimpahan dan pertumbuhan."

2. Skenario ancaman: Bahkan jika gencatan senjata tercapai, jika Iran terus menjadi ancaman terhadap "perdagangan, Selat Hormuz, dan keberlangsungan damai Dewan Kerjasama Teluk (GCC)," dia memprediksi bahwa harga minyak bisa tetap di atas $100, mendekati $150, selama bertahun-tahun. Dia menggunakan frasa "kami akan mengalami resesi global" secara langsung sebagai respons terhadap skenario ini.

Selat Hormuz dan Guncangan Pasokan
Di inti krisis, yang oleh International Energy Agency disebut sebagai "gangguan pasokan minyak terbesar hingga saat ini," adalah Selat Hormuz. Selat ini membawa sekitar seperlima dari pasokan gas dan minyak mentah dunia, dan karena perang, pengiriman minyak dan LNG hampir berhenti total.

Fink menggambarkan harga energi yang tinggi sebagai "pajak regresif," mencatat bahwa kenaikan biaya secara tidak proporsional mempengaruhi kaum miskin. Dia menyatakan bahwa $150 harga minyak akan dengan cepat menyebarkan inflasi melalui bahan bakar, transportasi, biaya produksi, dan harga makanan, memaksa bank sentral untuk bertindak.

Reaksi Pasar
Pada hari wawancara dipublikasikan, harga minyak turun sekitar 4% setelah berita bahwa AS telah mengirim Iran proposal 15 poin untuk mengakhiri perang. Namun, Fink menekankan bahwa faktor penentu bukanlah durasi perang, tetapi hasil akhirnya.

Fink juga menyatakan bahwa jika harga minyak tetap mahal, negara-negara mungkin mengurangi ketergantungan mereka pada minyak dan gas serta mempercepat investasi dalam sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin.
#OilPricesRise
#CeasefireExpectationsRise
#GateSquareAprilPostingChallenge
#CryptoSurvivalGuide
#CreatorLeaderboard
XTIUSD13,01%
XBRUSD8,09%
Lihat Asli
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 5
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
CryptoDiscoveryvip
· 2jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
MasterChuTheOldDemonMasterChuvip
· 5jam yang lalu
Langsung saja, 👊
Lihat AsliBalas0
MasterChuTheOldDemonMasterChuvip
· 5jam yang lalu
Pegang teguh HODL💎
Lihat AsliBalas0
ybaservip
· 6jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
YamahaBluevip
· 6jam yang lalu
2026 GOGOGO 👊
Balas0
  • Sematkan