Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa setelah makan Anda sulit menjaga mata tetap terbuka? Ini bukan karena malas, percayalah. Ternyata, rasa kantuk setelah makan adalah hal yang sangat normal dan memiliki penjelasan ilmiah yang cukup menarik di baliknya.
Hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa tubuh kita bekerja dengan jam internal, yang disebut oleh para ilmuwan sebagai ritme sirkadian. Sistem ini mengontrol hal-hal penting seperti metabolisme, suhu tubuh, dan produksi hormon sepanjang hari. Di sinilah poin kuncinya: pada sore hari, secara alami sinyal yang membuat kita tetap waspada berkurang. Pada saat yang sama, pelepasan hormon terkait kewaspadaan juga menurun, sehingga memudahkan munculnya rasa lelah meskipun Anda sudah tidur nyenyak.
Tapi ada lagi. Ketika Anda makan, tubuh Anda mengalihkan aliran darah ke usus halus untuk proses pencernaan. Menurut peneliti seperti Tomonori Kishino dari Universitas Kyorin di Jepang, perubahan ini dapat secara sementara mengurangi aliran darah ke otak, yang secara langsung berkontribusi pada sensasi kantuk yang Anda rasakan setelah makan.
Sekarang, tidak semua makanan mempengaruhi secara sama. Jumlah dan jenis makanan memainkan peran penting. Penelitian menunjukkan bahwa nutrisi tertentu seperti garam dan protein dapat memicu rasa kantuk pasca makan. Tetapi efek paling nyata terlihat pada karbohidrat sederhana. Saat Anda mengonsumsi permen, jus manis, atau roti putih, kadar glukosa dalam darah Anda naik dengan cepat dan kemudian turun secara drastis, meningkatkan rasa kelelahan.
Hal yang sama berlaku untuk makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti nasi putih, pasta, dan makanan penutup. Mereka menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, yang mendorong rasa kantuk setelah makan. Jadi, jika setelah makan Anda merasa tidak bisa menjaga kelopak mata tetap terbuka, sekarang Anda tahu bahwa ini adalah bagian dari biologi Anda yang bekerja sebagaimana mestinya.