Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kasus Aset Tidak Proporsional: Penggerebekan Lokayukta Karnataka di 10 Lokasi Terkait Aide Menteri Perumahan Zameer Ahmed Khan
(MENAFN- IANS) Bengaluru, 24 Des (IANS) Penyidik Lokayukta melakukan penggerebekan di 10 lokasi di tiga distrik di Karnataka, pada Rabu, terkait dugaan pengumpulan aset yang tidak sebanding dengan sumber pendapatan yang diketahui terhadap Sardar Sarfaraz Khan, Asisten Pribadi dan rekan pembantu Menteri Negara untuk Perumahan dan Waqf, Zameer Ahmed Khan.
Penggerebekan serentak dilakukan di distrik Bengaluru, Madikeri, dan Mysuru oleh tim yang terdiri dari lebih dari 100 pejabat Lokayukta.
Di Bengaluru, pencarian dilakukan di kediaman Sarfaraz Khan di kawasan Halasuru dan enam rumah lainnya di bagian berbeda dari kota tersebut.
Para penyidik juga melakukan penggerebekan di dua perkebunan kopi di distrik Madikeri.
Selain itu, sebuah resor di taluk H.D. Kote, distrik Mysuru, yang diduga dimiliki oleh Sarfaraz Khan, turut digeledah.
Sarfaraz Khan saat ini diperbantukan ke Dinas Perumahan Negara.
Penggerebekan dilakukan setelah adanya pengaduan yang diajukan kepada Polisi Lokayukta terkait hal tersebut. Rincian lebih lanjut masih menunggu.
Sementara itu, dalam perkembangan lain, Polisi Lokayukta, pada Rabu, menjebak dan menangkap seorang Asisten Komisaris Polisi (ACP) dengan tuduhan meminta dan menerima suap di kantor pribadinya di Malleswaram, Bengaluru.
Kejadian tersebut berlangsung di kantor ACP yang berada di Mahalakshmi Layout, Bengaluru.
Pejabat yang dituduh tersebut telah diidentifikasi sebagai Krishnamurthy, ACP dari subdivisi Malleswaram.
Lokayukta menyatakan bahwa ACP Krishnamurthy diduga meminta suap bulanan sebesar Rs 32.000 dari pemilik Sagar Hotel.
Tidak sanggup menanggung pelecehan tersebut, pemilik hotel mengadukan masalah itu kepada Polisi Lokayukta dan mengajukan pengaduan resmi.
Berdasarkan pengaduan tersebut serta rekaman audio di mana ACP diduga terdengar meminta suap, Polisi Lokayukta mendaftarkan FIR dan merencanakan jebakan.
Pada hari operasi, ketika pemilik hotel menyerahkan Rs 30.000 kepada ACP di kantornya, pejabat Lokayukta melakukan intervensi dan menangkap petugas itu langsung saat menerima suap.
Setelah jebakan tersebut, Polisi Lokayukta menahan ACP Krishnamurthy untuk penyelidikan lebih lanjut. Tindakan hukum lebih lanjut sedang berlangsung.
MENAFN24122025000231011071ID1110521465