Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Amerika Serikat mengenakan tarif 25% pada produk turunan baja, aluminium, dan tembaga
Gedung Putih AS menyatakan, Presiden Donald Trump pada hari Kamis menandatangani pengumuman terkait tarif atas logam yang membebankan tarif 25% pada produk turunan logam seperti turunan baja, aluminium, dan tembaga. Tarif produk turunan logam ini berlaku untuk barang yang kandungan logamnya minimal 15%.
Pengumuman tersebut menyebutkan bahwa, berdasarkan Pasal 232 Undang-Undang Perdagangan tahun 1962, tarif sebesar 50% akan tetap dikenakan pada produk yang seluruhnya terbuat dari baja, aluminium, dan tembaga impor. Untuk produk turunan yang terutama terbuat dari baja, aluminium, atau tembaga, tarifnya akan dikenakan secara seragam sebesar 25% atas nilai penuh.
Sebagian peralatan industri yang padat logam dan peralatan jaringan listrik, sebelum tahun 2027, akan dikenai tarif 15%, dengan tujuan mempercepat pembangunan infrastruktur dasar industri skala besar yang saat ini sedang berlangsung di seluruh AS. Produk yang diproduksi di luar negeri, tetapi sepenuhnya menggunakan baja, aluminium, dan tembaga buatan AS sebagai bahan baku, akan dikenai tarif yang lebih rendah sebesar 10%.
Barang dengan kandungan baja, aluminium, atau tembaga dalam produk sebesar 15% atau kurang tidak lagi akan dikenai tarif logam terkait “Pasal 232” tersebut.
Secara sekilas, kebijakan tarif logam baru ini mungkin menurunkan tarif untuk sebagian produk turunan, karena kebijakan yang berlaku saat ini mengharuskan perusahaan menghitung kewajiban berdasarkan kandungan baja dan aluminium dalam produk, dengan tarif tertinggi hingga 50%.
Namun, ada komentar yang berpendapat bahwa penyesuaian baru ini tidak berarti kekuatan perlindungan perdagangan melemah secara substantif. Bagi perusahaan yang sebelumnya sulit menghitung kandungan logam secara akurat, kewajiban pajaknya justru bisa menjadi lebih pasti bahkan meningkat, dan penerapan tarif secara seragam dapat memperluas cakupan penerapan tarif.
Ketentuan baru berarti bahwa pemerintahan Trump akan mengenakan tarif 25% secara seragam pada baja, aluminium, tembaga, serta produk turunannya. Cakupan tarif diperluas dari bahan baku hingga produk jadi di hilir, dan tujuan kebijakan ini jelas mengarah pada upaya mencegah penghindaran terhadap sistem tarif yang berlaku saat ini.