Pemantauan 24 Jam, Respon yang Dikalibrasi Mutlak Diperlukan untuk India: Rajnath Singh

(MENAFN- IANS) New Delhi, 2 April (IANS) Pemantauan sepanjang waktu dan respons yang terkalibrasi harus dilakukan agar India tetap siap serta menghadapi segala kemungkinan di tengah krisis Asia Barat yang terus berkembang, kata Menteri Pertahanan Rajnath Singh pada Kamis.

Pertemuan kedua Kelompok Menteri Informal (IGoM), yang dibentuk untuk memantau situasi yang berkembang di Asia Barat dan menyarankan langkah-langkah proaktif agar dampaknya seminimal mungkin terhadap India, digelar di bawah pimpinan Rajnath Singh di sini.

Rapat tersebut membahas secara mendalam perkembangan terbaru, serta langkah-langkah berikut yang akan diambil Pemerintah untuk mengurangi dampak negatif apa pun yang timbul akibat konflik yang sedang berlangsung.

Memandang “situasi yang tidak pasti”, Menteri Pertahanan menegaskan pentingnya pemantauan situasi sepanjang waktu dan kebutuhan untuk merespons secara terkalibrasi guna menghadapi segala kemungkinan.

Ia menekankan perlunya tidak ada batu yang terlewat untuk memastikan bahwa masyarakat negara tersebut menghadapi efek konflik yang paling minimal.

Tujuh Kelompok Pemberdayaan Sekretaris (Empowered Groups of Secretaries) memberi pengarahan kepada IGoM mengenai langkah-langkah yang diambil untuk menangani situasi tersebut.

Dipaparkan mengenai langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan untuk mengatasi kekhawatiran yang timbul akibat gangguan perdagangan global serta memberikan bantuan dan dukungan kepada industri, terutama manufaktur, dan memperkuat kepercayaan investor.

Langkah-langkah ini termasuk pengecualian penuh bea bea cukai untuk 40 produk petrokimia kritis hingga 30 Juni 2026; pengumuman langkah bantuan khusus satu kali bagi unit yang memenuhi syarat di KEK (SEZs) untuk menjual barang hasil manufaktur di Area Tarif Domestik (DTA) dengan tarif bea cukai yang lebih rendah, yang berlaku mulai 1 April 2026 hingga 31 Maret 2027; serta bahwa ketentuan GAAR tidak akan diterapkan untuk investasi yang dilakukan sebelum 1 April 2017.

Langkah-langkah ini akan mengurangi tekanan biaya pada sektor hilir termasuk tekstil, pengemasan, dan farmasi, memfasilitasi stabilitas pasokan di negara tersebut, serta memberikan kejelasan yang diperlukan bagi investor yang mempertimbangkan investasi di India, menurut pernyataan resmi.

Rajnath Singh mengapresiasi keputusan Pemerintah untuk menetapkan batas maksimum 25 persen pada kenaikan bulanan harga Bahan Bakar Turbin Penerbangan untuk operasi domestik, mulai berlaku 1 April. Langkah ini akan membantu melindungi masyarakat dari kenaikan tarif secara tiba-tiba.

Pemerintah memberikan prioritas tertinggi pada pasokan LPG domestik, dengan produksi kilang ditingkatkan agar dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumsi. IGoM diberi tahu bahwa tidak ada laporan kekeringan pasokan di agen distribusi LPG, dan pengiriman tabung LPG domestik terus berjalan sesuai jadwal normal.

Kekhawatiran pasokan sementara muncul karena adanya praktik penimbunan dan perdagangan gelap, yang memicu pembelian panik di beberapa wilayah.

Untuk mendukung pekerja migran dan rumah tangga dengan konsumsi rendah, Pemerintah memastikan ketersediaan yang memadai bagi tabung LPG Free Trade 5 kg, dan sejak 23 Maret 2026, lebih dari 4,3 lakh tabung seperti itu telah terjual. Fokus khusus diberikan kepada negara bagian yang permintaannya lebih tinggi.

IGoM diberi pengarahan bahwa kebutuhan industri yang bergantung pada LPG komersial sedang dipenuhi, dengan lebih dari 80% tingkat pasokan sebelum krisis tetap dipertahankan untuk memastikan keberlanjutan operasi.

Pertemuan khusus telah diadakan dengan kementerian dan pemangku kepentingan dari berbagai industri untuk memahami permintaan mereka dan memenuhi kebutuhan mereka. Perusahaan Minyak BUMN (Oil PSUs) memastikan pasokan Auto LPG terus berlanjut di seluruh negeri.

Para Menteri diberi tahu bahwa jumlah pengiriman LPG per hari telah meningkat secara signifikan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang disebabkan oleh pembelian panik, sehingga tidak ada kekurangan bagi konsumen.

Gas Alam Pipa (PNG) sedang dipromosikan secara aktif untuk penggunaan industri sebagai alternatif yang andal, di mana pun memungkinkan. Pasokan PNG untuk penggunaan industri dipastikan pada sektor-sektor yang sudah menggunakannya, dengan menjaga kesinambungan operasional.

-IANS

na/

MENAFN02042026000231011071ID1110936631

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan