Tamara Mengamankan Pembiayaan Sesuai Syariah Hingga $2,4 Miliar untuk Mengembangkan Layanan FinTech


Temukan berita dan acara fintech teratas!

Berlangganan buletin FinTech Weekly

Dibaca oleh para eksekutif di JP Morgan, Coinbase, Blackrock, Klarna, dan lainnya


Tamara Mengumumkan Pembiayaan Bersejarah

Startup asal Arab Saudi, Tamara, telah mengamankan paket pembiayaan senilai hingga $2,4 miliar dari sekelompok pendukung global besar, termasuk dana Goldman Sachs, Citi, dan Apollo. Fasilitas ini, salah satu yang terbesar di bidangnya untuk fintech di kawasan Teluk, diperkirakan akan memperluas kapasitas perusahaan untuk menyediakan layanan kredit dan pembayaran di seluruh wilayah.

Struktur sesuai syariah melakukan penajaman kembali (refinansi) dan meningkatkan fasilitas sebelumnya senilai $500 juta. Menurut perusahaan, kesepakatan baru ini mencakup $1,4 miliar awal, dengan tambahan $1 miliar yang tersedia selama periode tiga tahun, tergantung pada persetujuan lebih lanjut.

Tamara mengatakan pendanaan tersebut akan meningkatkan daya pinjamnya dan memungkinkan pertumbuhan di luar basis saat ini yang mencapai 20 juta pelanggan.

Penyedia Layanan Buy-Now-Pay-Later Terdepan

Didirikan pada 2020, Tamara dengan cepat menjadi salah satu penyedia buy-now-pay-later (BNPL) terkemuka di kawasan Teluk. Platformnya memungkinkan konsumen untuk mencicil biaya pembelian yang lebih besar, sebuah model yang menjadi populer secara luas selama pandemi COVID-19.

Meskipun layanan BNPL dapat memberikan kenyamanan dan fleksibilitas bagi pelanggan, layanan ini juga mendapat sorotan terkait struktur biayanya, khususnya biaya keterlambatan. Tamara telah menekankan kepatuhan terhadap prinsip keuangan syariah, sekaligus membedakan layanannya di pasar yang kompetitif, di mana pesaing regional mencakup perusahaan fintech Tabby.

Kepatuhan Syariah dan Signifikansinya

Fakta bahwa paket pembiayaan tersebut sesuai syariah menjadi hal yang mendasari posisi Tamara. Keuangan yang sesuai syariah melarang bunga (riba) dan aktivitas spekulatif (gharar), sehingga transaksi keuangan harus didukung oleh aset berwujud dan disusun untuk membagi risiko secara adil antara para pihak.

Dalam praktiknya, ini berarti fasilitas Tamara yang berbasis aset ditata agar selaras dengan aturan keuangan Islam, memastikan ketentuan pinjaman dan pembayaran kembali menghindari mekanisme bunga konvensional. Bagi pelanggan, hal ini memberikan keyakinan bahwa layanan tersebut menghormati prinsip-prinsip agama sambil tetap menawarkan solusi keuangan digital modern.

Kepatuhan syariah telah menjadi pendorong pertumbuhan utama bagi fintech di Timur Tengah. Dengan mengintegrasikan prinsip keuangan Islam dengan teknologi, platform seperti Tamara dapat menarik konsumen yang taat secara religius sekaligus investor yang mencari alternatif yang etis.

Bertumpu pada Penilaian $1 Miliar

Pembiayaan terbaru Tamara dibangun di atas kenaikannya yang cepat. Pada akhir 2023, perusahaan mencapai status unicorn dengan valuasi $1 miliar setelah putaran pendanaan Seri C senilai $340 juta. Putaran tersebut mencakup partisipasi dari SNB Capital dan Sanabil Investments, sebuah anak usaha dari Public Investment Fund milik Arab Saudi.

Fasilitas baru senilai $2,4 miliar melampaui penggalangan dana sebelumnya, mencerminkan kepercayaan investor sekaligus meningkatnya peran perusahaan dalam membentuk pembayaran digital di seluruh kawasan Teluk.

Memperluas Kapasitas dan Jangkauan

Suntikan modal ini diperkirakan akan mendukung perluasan layanan BNPL dan penawaran kredit Tamara, sehingga memperluas akses bagi pelanggan dan pedagang. Dengan memanfaatkan fasilitas berbasis asetnya, perusahaan dapat meningkatkan volume pinjaman yang disediakannya, sekaligus memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk solusi pembayaran yang fleksibel di kawasan Teluk dan seterusnya.

Dengan lebih dari 20 juta pelanggan yang sudah menggunakan platformnya, Tamara diposisikan untuk terus bertumbuh seiring menguatnya hubungan dengan para pedagang serta eksplorasi lini produk baru.

Dinamika Sektor yang Kompetitif

Pasar BNPL di kawasan Teluk tetap sangat kompetitif. Platform pesaing seperti Tabby juga berkembang dengan pesat, mencerminkan tingginya permintaan konsumen untuk layanan berbasis cicilan. Bagi Tamara, struktur pembiayaan dan layanannya yang sesuai syariah dapat menjadi pembeda di bidang yang ramai, memungkinkannya menarik baik pelanggan maupun investor yang memprioritaskan model keuangan yang etis.

Sinyal bagi Pertumbuhan FinTech Regional

Kesepakatan terbaru Tamara tidak hanya menjadi tonggak bagi perusahaan, tetapi juga tanda tentang bagaimana institusi keuangan global semakin memperdalam keterlibatan mereka dalam fintech Timur Tengah. Dengan menyusun paket yang menghormati prinsip-prinsip keuangan Islam, pendukung seperti Goldman Sachs, Citi, dan Apollo menyoroti meningkatnya konvergensi antara pasar modal internasional dan praktik keuangan regional.

Paket senilai $2,4 miliar tersebut menggarisbawahi pentingnya strategi fintech dalam mendukung pengeluaran konsumen, inklusi keuangan, dan tujuan diversifikasi ekonomi di seluruh kawasan Teluk. Seiring keuangan digital yang sesuai syariah terus berkembang, perjalanan Tamara akan terus dipantau dengan saksama oleh para pesaing dan pembuat kebijakan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan