Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Eks-DGP Menyalahkan Petugas IPS atas Kasus Penculikan Dini di Bihar
(MENAFN- IANS) Patna, 2 April (IANS) Mantan Direktur Jenderal Polisi (DGP) Bihar Gupteshwar Pandey telah memicu kontroversi dengan klaim sensasional mengenai asal-usul kejahatan penculikan di negara bagian tersebut.
Berbicara kepada para jurnalis di Bandara Patna pada Kamis, Pandey menuduh bahwa “budaya penculikan” di Bihar tidak dimulai oleh para kriminal, melainkan oleh seorang perwira IPS yang sedang bertugas.
Ia mengklaim bahwa pada periode ketika pencurian berkelompok (dacoity) marak terjadi di Bettiah dan Bagaha, seorang Superintendent of Police (SP) dari korps Andhra Pradesh—yang saat itu ditugaskan di Bihar—menyarankan kelompok-kelompok kriminal untuk beralih dari dacoity ke penculikan untuk tebusan.
Menurut Pandey, petugas tersebut menyarankan agar para kriminal menculik orang-orang kaya, mengumpulkan tebusan, lalu melepaskan mereka sebagai cara untuk menurunkan statistik kejahatan yang terlihat dalam catatan resmi.
Pada saat itu, beberapa kelompok dacoit aktif di wilayah tersebut, dan polisi mendapat tekanan untuk mengendalikan situasi.
Dengan memuji tata kelola Pemerintahan Kepala Menteri Nitish Kumar, mantan DGP itu mengatakan bahwa negara bagian kini telah bergerak jauh melampaui fase tersebut.
Ia mengklaim bahwa sebelumnya Bihar menyaksikan 10 hingga 20 insiden penculikan setiap hari—banyak di antaranya tidak dilaporkan—tetapi menegaskan bahwa langkah-langkah tata kelola telah membongkar apa yang ia sebut sebagai “industri penculikan”.
Pandey juga menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban tidak semata-mata menjadi tanggung jawab polisi.
Ia menegaskan pentingnya partisipasi publik, dengan menyatakan bahwa diamnya masyarakat ketika menghadapi kejahatan—seperti pelecehan—turut berkontribusi terhadap masalah tersebut.
Ia menyerukan agar warga melampaui perbedaan kasta dan agama serta secara kolektif menentang unsur-unsur kriminal.
Dengan menyatakan keyakinan pada kepemimpinan kepolisian saat ini, Pandey memuji DGP Bihar Vinay Kumar, seraya mencatat bahwa ia telah bekerja dengannya selama hampir 25 tahun dalam berbagai peran.
Ia menggambarkannya sebagai perwira yang cakap dan mengatakan bahwa ia telah mengarahkan perhatiannya pada insiden-insiden baru-baru ini yang memerlukan tindakan.
Dari sisi politik, Pandey menyebut Nitish Kumar sebagai salah satu Kepala Menteri paling terkemuka Bihar, dan memberinya kredit atas perbaikan situasi hukum dan ketertiban di negara bagian tersebut.
Ia menambahkan bahwa setiap transisi dalam kepemimpinan akan menjadi hal yang signifikan bagi Bihar.
Menanggapi peran Nishant Kumar dalam politik di masa depan, Pandey menggambarkannya sebagai berpendidikan dan berperilaku baik, meskipun ia menyebutkan bahwa ia memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai pengalaman politiknya.
MENAFN02042026000231011071ID1110936632