Baru saja menyadari bahwa laporan keuangan terbaru Qualcomm cukup menarik. Pendapatan kuartal tersebut mencapai rekor tertinggi sebesar 12,3 miliar dolar AS, dan penjualan chip mobil berkelanjutan melewati 1 miliar dolar AS selama dua kuartal berturut-turut, terlihat sangat mengesankan. Tapi kemudian langsung dibantah oleh Wall Street, harga saham setelah jam perdagangan turun tajam 9%, dan penyebabnya hanya satu — kekurangan memori.



CEO Qualcomm Cristiano Amon mengatakan dengan sangat jujur: "Saya sangat puas dengan bisnis ini, hanya berharap ada lebih banyak memori." Perkiraan pendapatan kuartal kedua dipangkas dari 11,12 miliar dolar AS menjadi 10,2-11 miliar dolar AS, dan laba per saham juga di bawah ekspektasi, semuanya karena pasokan memori yang ketat dan harga yang melonjak.

Dampak terbesar dirasakan oleh produsen ponsel. Merek-merek China, merek Jepang, dan produsen Korea semuanya mengurangi inventaris karena biaya memori yang terlalu tinggi. Merek ponsel lebih memilih mengurangi pesanan daripada terjebak dalam biaya tinggi. Permintaan prosesor Qualcomm pun secara alami menurun.

Namun yang menarik, ponsel kelas atas justru menjadi tempat perlindungan. Karena memori yang mahal, produsen akan memprioritaskan sumber daya untuk flagship yang paling menguntungkan. Chip Qualcomm terutama digunakan pada model-model berharga tinggi ini, sehingga justru lebih tahan terhadap penurunan.

Dari sudut pandang yang lebih besar, laporan keuangan Qualcomm kali ini sebenarnya mencerminkan situasi sulit seluruh industri. Smartphone AI dan PC AI semakin membutuhkan memori, sementara kapasitas HBM justru mengurangi pasokan DRAM standar, menyebabkan ketidakseimbangan rantai pasokan. Dalam jangka pendek, bisnis chip ponsel akan terpengaruh oleh penyesuaian inventaris, tetapi Qualcomm jelas juga sedang bersiap-siap — pendapatan dari kendaraan berkelanjutan mencatat rekor baru, baru saja menyelesaikan akuisisi Alphawave Semi untuk memasuki pusat data, dan langkah-langkah ini semuanya bertujuan mengurangi ketergantungan pada bisnis ponsel.

Jadi, krisis memori ini bagi Qualcomm mungkin justru menjadi peluang untuk mempercepat diversifikasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan