HP CM Sukhu Kecam Walkout BJP, Sebut Itu Upaya Mendulang Poin Politik

(MENAFN- AsiaNet News)

Pemerintah Himachal Pradesh pada Rabu membalas secara tegas Partai Bharatiya Janata (BJP) dari pihak oposisi setelah partai itu walkout dari Majelis, dengan Ketua Menteri Sukhvinder Singh Sukhu menuduh oposisi melakukan gangguan untuk meraih keuntungan politis.

Menanggapi protes terkait daftar pencadangan Panchayat dan persoalan pajak masuk, CM Sukhu mengatakan bahwa oposisi sengaja membuat keributan yang tidak perlu alih-alih berpartisipasi dalam debat yang bermakna.

CM Menyalahkan Niat BJP untuk Walkout

Berbicara kepada para wartawan di Shimla setelah sidang Majelis, CM Sukhu mengatakan, “Oposisi tidak punya apa pun yang substansial tersisa selain melakukan walkout dan menciptakan keributan agar tetap menjadi bahan pembahasan di media.”

Menuding BJP, Ketua Menteri itu berkomentar bahwa masalah tersebut diangkat lebih untuk ‘penataan internal’ daripada kepentingan publik. “Sepertinya Randheer Sharma berbicara untuk kelompoknya sendiri. Seperti yang Anda ketahui, ada beberapa kelompok di dalam BJP di sini,” katanya.

Debat Aturan Prosedural

Dalam aspek prosedural, CM Sukhu mempertahankan bahwa masalah itu tidak layak untuk diajukan mosi penundaan menurut Aturan 67. “Ada ketentuan lain seperti Aturan 130 atau Aturan 62 yang seharusnya dapat diajukan. Mosi penundaan dimaksudkan untuk situasi luar biasa, bukan untuk pidato politik,” tambahnya.

Cadangan Panchayat dan Jadwal Dibela

Membela penanganan pemerintah atas pemilihan Panchayat, CM Sukhu mengatakan bahwa jadwal tersebut diselaraskan dengan arahan peradilan dan kemudahan administratif. “Kami ingin pemilihan pada bulan Mei, sesuai dengan arahan Mahkamah Agung, untuk memastikan ujian sekolah tidak terganggu karena para guru dikerahkan untuk tugas pemilihan,” katanya.

Menanggapi kontroversi terkait ketentuan yang memungkinkan hingga lima persen perubahan dalam daftar pencadangan oleh para Komisaris Distrik, Ketua Menteri mengatakan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk memperbaiki ketidaksesuaian di tingkat lapangan. “Dalam beberapa kasus, kursi dicadangkan untuk OBC padahal populasinya nyaris tidak ada. Kami memberikan wewenang terbatas kepada Komisaris Distrik untuk merasionalisasi anomali semacam itu,” ujar Sukhu.

Ia menegaskan bahwa proses pencadangan akan terus mengikuti norma yang telah ditetapkan. “Pencadangan di Panchayat akan diterapkan untuk memastikan bahwa Kasta Terjadwal, Suku Terjadwal, Kelas Tertinggal Lainnya, dan perempuan didasarkan secara ketat pada data populasi. Ini adalah langkah korektif dan praktis, bukan langkah politik,” tambahnya.

Penyesuaian Pajak Masuk Dijelaskan

Terkait polemik pajak masuk, CM Sukhu menolak tuduhan kenaikan sewenang-wenang, dengan menegaskan bahwa pemerintah hanya merasionalisasi tarif yang sudah ada. “Tidak ada kenaikan. Bahkan, di beberapa kategori pajak telah diturunkan. Penyesuaian kecil dilakukan untuk mengatasi masalah teknis yang terkait dengan Fastag,” katanya.

Ia mengakui laporan adanya kebingungan di beberapa pos pemeriksaan perbatasan tertentu dan menjamin langkah perbaikan. “Jika ada kesalahpahaman, itu akan diselesaikan. Tidak ada niat untuk membebani masyarakat atau menciptakan ketegangan antarnegara bagian. Punjab dan Haryana adalah negara bagian saudara kita,” kata Sukhu.

BJP Dituduh Mempolitisasi Tata Kelola

Ketua Menteri menuduh BJP mempolitisasi keputusan administratif alih-alih fokus pada tata kelola. “Alih-alih bersiap untuk pemilihan Panchayat, BJP sedang mencoba mengubah setiap isu menjadi kontroversi demi keuntungan politis,” katanya. (ANI)

(Kecuali untuk judul, kisah ini belum diedit oleh staf Asianet Newsable English dan diterbitkan dari umpan sindikasi.)

MENAFN01042026007385015968ID1110932002

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan