Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saham Klarna Turun di Bawah Harga IPO karena Kelemahan Sektor Terus Berlanjut
Temukan berita dan acara fintech teratas!
Berlangganan buletin FinTech Weekly
Dibaca oleh para eksekutif di JP Morgan, Coinbase, Blackrock, Klarna, dan lainnya
Klarna Turun Di Bawah Harga IPO $40
Klarna Group Plc melihat sahamnya turun di bawah harga penawaran umum perdana (IPO)nya untuk pertama kalinya pada hari Jumat, beberapa minggu setelah debutnya yang sangat dinantikan. Penyedia buy-now-pay-later asal Swedia itu jatuh 7,7 persen menjadi ditutup pada $38,31, meleset di bawah level IPO $40 dan menghapus sebagian besar momentum awal dari pencatatannya pada 10 September.
IPO perusahaan menghimpun sekitar $1,58 miliar dan mengalami kelebihan permintaan, mencerminkan permintaan yang kuat. Saham dibuka pada $52 pada hari pertama perdagangan, naik 15 persen dan menandakan antusiasme untuk salah satu fintech Eropa yang paling banyak dipantau. Namun, lonjakan awal tersebut telah memberi jalan pada penarikan yang stabil. Saham Klarna kini nyaris 15 persen di bawah harga penutupan hari pertamanya.
Tekanan Sektoral Meningkat
Penurunan Klarna mencerminkan penarikan yang lebih luas pada saham teknologi keuangan berpertumbuhan tinggi. Affirm Holdings Inc. turun 1,4 persen pada hari Jumat, menandai hari kelima berturut-turut mengalami kerugian. Block Inc. turun 0,5 persen, memperpanjang penurunan mingguannya hingga sesi keempat beruntun.
Para analis mencatat bahwa perusahaan fintech sangat sensitif terhadap perubahan kondisi makroekonomi. Menurut Bloomberg Intelligence, meskipun The Federal Reserve AS mulai memangkas suku bunga pada 2025, imbal hasil yang meningkat atau pemangkasan yang lebih lambat dari perkiraan dapat membebani penilaian. Biaya pinjaman yang lebih tinggi secara langsung memengaruhi perusahaan seperti Klarna yang bergantung pada modal yang terjangkau untuk membiayai pinjaman konsumen.
Aksi jual ini menyusul data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, yang meredam ekspektasi investor untuk pemangkasan suku bunga tambahan. Perubahan prospek ini telah menekan nama-nama teknologi dan fintech yang tumbuh cepat, karena imbal hasil yang lebih tinggi menaikkan biaya pendanaan dan mempersempit peluang pertumbuhan.
Persaingan Menambah Beban
Di luar hambatan makroekonomi, Klarna menghadapi persaingan yang ketat. Pesaing Stripe, Revolut, dan Checkout.com masing-masing telah mengamankan valuasi sebesar $106,7 miliar, $75 miliar, dan $12 miliar, yang menegaskan keyakinan investor pada pemain lain di sektor pembayaran.
Klarna berupaya memperkuat bisnisnya dengan memperluas produk “pembiayaan yang wajar” yang memungkinkan pelanggan melunasi pembelian yang lebih besar dalam periode yang lebih panjang. Walaupun ini telah mendukung pendapatan bunga, perusahaan juga terpaksa menambah pencadangan untuk potensi kerugian kredit. Keseimbangan antara pertumbuhan dan manajemen risiko tetap menjadi tantangan yang mendesak.
Pimpinan perusahaan telah mengakui hambatan-hambatan tersebut.
Ujian Kesabaran Investor
Pergantian tajam dalam sentimen menyoroti seberapa cepat kondisi dapat berubah bagi perusahaan fintech yang bergantung pada modal eksternal dan pertumbuhan kredit konsumen. Model buy-now-pay-later, populer di kalangan pembeli yang mencari pembiayaan fleksibel, tetap rentan terhadap tren suku bunga dan pengawasan regulasi.
IPO Klarna dipandang sebagai tonggak bagi sektor fintech Eropa, tetapi kinerja awal setelah pencatatan menunjukkan volatilitas kepercayaan investor di bidang layanan keuangan ini. Saat para pesaing terus menarik valuasi yang kuat dan bank sentral memengaruhi biaya modal, kemampuan Klarna untuk menstabilkan lajunya akan terus dipantau secara ketat.
Untuk saat ini, pengalaman perusahaan ini menggambarkan keseimbangan yang rapuh yang dihadapi fintech berpertumbuhan tinggi: optimisme saat debut dapat dengan cepat memudar ketika tekanan makroekonomi, risiko kredit, dan intensitas persaingan bertemu.