Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya baru saja mengetahui sebuah insiden yang cukup serius yang terjadi di perairan Karibia. Sebuah perahu dari Florida diserang oleh penjaga perbatasan Kuba, menewaskan empat orang dan melukai enam lainnya. Kapal tersebut, dengan nomor registrasi FL7726SH, diduga masuk ke perairan teritorial Kuba dekat Cayo Falcones.
Yang menarik adalah bahwa versi-versi berbeda sama sekali. Menurut Kuba, perahu tersebut menolak untuk mengidentifikasi diri dan menembakkan senjata terlebih dahulu. Dari pihak Amerika Serikat, seorang pejabat yang dikutip oleh The New York Times menyarankan bahwa itu adalah kapal sipil yang merupakan bagian dari flotilla untuk mengevakuasi keluarga dari pulau tersebut. Hingga saat ini, belum ada yang secara resmi mengonfirmasi siapa sebenarnya para penumpang maupun tujuan sebenarnya mereka.
Reaksi politik langsung muncul. Jaksa Agung Florida, James Uthmeier, memerintahkan penyelidikan dengan bekerja sama dengan otoritas federal. Marco Rubio, Menteri Luar Negeri, mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat sedang menyelidiki, meskipun mengakui bahwa mereka bergantung pada rezim Kuba untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. JD Vance, wakil presiden, lebih berhati-hati, mengatakan bahwa mereka akan memantau situasi tetapi belum memiliki cukup detail.
Ini terjadi dalam konteks ketegangan bilateral yang cukup tinggi. Insiden ini bertepatan dengan kehadiran Rubio di KTT CARICOM dan terjadi setelah peristiwa terbaru di Venezuela yang membuat seluruh kawasan tetap waspada. Yang paling mencolok adalah bahwa sampai saat ini, identitas korban maupun rincian konkret tentang perahu tersebut tidak diketahui selain dari nomor registrasinya. Beberapa anggota kongres telah meminta penyelidikan mendesak untuk mengungkap secara pasti apa yang terjadi di perairan tersebut.