Baru-baru ini saya memperhatikan sebuah model keuangan yang cukup menarik dari TCS Blockchain. Alih-alih menggunakan perusahaan factoring tradisional, mereka menghubungkan pembayaran transportasi dengan blockchain dan stablecoin PYUSD dari PayPal.



Cara kerjanya cukup sederhana. Unit transportasi menyelesaikan pengiriman, mengalihkan hak kepemilikan faktur untuk menerima TCS Token. Token ini diperdagangkan di bursa INX-Republic untuk mendapatkan PYUSD, sebuah stablecoin yang dijamin oleh dolar. Ketika faktur jatuh tempo, TCS mengumpulkan pembayaran dari pengirim barang lalu mengubahnya menjadi PYUSD. Proses ini dirancang untuk mempersingkat siklus pembayaran dari 30-180 hari menjadi beberapa hari.

Masalah lama yang ingin mereka atasi: pengemudi transportasi sering dipaksa menjual faktur kepada pihak ketiga keuangan, kehilangan 30% atau lebih dari pendapatan bersih hanya untuk mendapatkan uang cepat. Model tokenisasi ini berusaha mengabaikan pihak ketiga tersebut. TCS mengklaim sistem blockchain mereka dapat mengurangi biaya hingga 90% dibandingkan metode pengolahan faktur konvensional.

Menariknya, TCS telah menyelesaikan pembayaran faktur pengangkutan on-chain pertama pada tahun 2022 dan sejak itu telah menggunakan 30 juta TCS Token dalam aliran pembayaran B2B. Saat ini mereka menargetkan volume faktur pengangkutan tahunan melebihi 1 miliar dolar.

Namun jika saya mengajukan pertanyaan meme tentang pendekatan ini, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan. Pertama, apakah likuiditas di bursa INX-Republic cukup? Kedua, apakah sistem ini benar-benar lebih cepat dari factoring tradisional atau hanya teori? Ketiga, ketika PayPal USD diintegrasikan, apakah itu memberikan stabilitas dan kepercayaan yang dibutuhkan pengemudi?

Ada pertanyaan lain: PYUSD adalah stablecoin yang dijamin oleh dolar, didukung oleh Paxos. Ini dapat digunakan untuk transfer peer-to-peer, transaksi merchant di PayPal, dan transfer uang lintas negara. Menghubungkan piutang usaha nyata dengan jaringan pembayaran digital ini bisa membuka peluang baru bagi seluruh industri transportasi.

Menurut Todd Ziegler, CEO TCS Blockchain, ini memungkinkan mereka menghemat besar dalam pembayaran faktur sekaligus mendukung penawaran kartu bahan bakar yang kompetitif untuk pengemudi.

Jika model ini berhasil berkembang, itu bisa menandai pergeseran yang lebih luas dalam keuangan perdagangan — dari layanan factoring tradisional ke solusi berbasis blockchain. Itu akan menjadi langkah maju yang signifikan bagi pengemudi truk, broker pengangkutan barang, dan perusahaan transportasi besar. Apakah kalian mengikuti perkembangan ini?
PYUSD0,07%
INX-3,49%
USDP-0,03%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan