Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Mode Pesawat Aktif Saat Penerbangan: Apa yang Sebenarnya Terjadi Jika Anda Mengabaikannya?
(MENAFN- Bangladesh Monitor)
** Dhaka: Kebanyakan pelancong udara pernah mendengar instruksi untuk mengaktifkan mode pesawat sebelum pesawat lepas landas, tetapi sedikit yang benar-benar memahami alasannya—dan ada pula yang begitu saja lupa melakukannya. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi ketika seorang penumpang tidak mematuhinya?**
Menurut pilot dan instruktur penerbangan Gary Coxe, yang telah mencatat 7.000 jam terbang di jet, helikopter, dan glider, jawabannya sederhana: “Tidak ada apa-apa.” Seorang mekanik maskapai anonim berbasis di Washington menggemakan sentimen tersebut.
Namun, kebanyakan pakar penerbangan mengakui adanya kekhawatiran yang lebih halus. Seorang pilot dan veteran Angkatan Darat A.S. yang dikenal sebagai PerchPoint di TikTok menjelaskan dalam video Desember 2024—yang meraih 1,2 juta penayangan—bahwa ponsel yang tidak dalam mode pesawat dapat mengganggu headset kabin kokpit. Bahkan hanya tiga atau empat penumpang di pesawat Boeing 737 yang mencoba melakukan koneksi seluler dapat menimbulkan interferensi gelombang radio, sehingga audio dari menara kontrol menjadi kurang jelas.
Para pilot sangat bergantung pada komunikasi melalui headset, terutama saat lepas landas dan mendarat, ketika sebagian besar kecelakaan penerbangan terjadi. PerchPoint membandingkan interferensi tersebut dengan dengungan nyamuk—masih bisa ditoleransi, tetapi mengganggu.
Otoritas Penerbangan Federal A.S. (FAA) menolak untuk mengonfirmasi apakah ada kecelakaan yang terkait dengan penumpang yang mengabaikan mode pesawat. Namun, FAA menegaskan bahwa perangkat elektronik pribadi hanya boleh digunakan saat di dalam penerbangan jika tidak memengaruhi sistem keselamatan atau komunikasi. FAA mengikuti panduan dari Komisi Komunikasi Federal (FCC), yang melarang penggunaan telepon seluler saat dalam penerbangan pada tahun 1991 karena kekhawatiran gangguan.
Pada tahun 2013, FCC meninjau ulang sikapnya. Kemajuan teknologi mengarah pada posisi yang diperbarui yang memungkinkan penggunaan telepon dalam mode pesawat. Sebuah studi oleh International Air Transport Association yang mencakup periode 2003 hingga 2009 menemukan hanya 29 kasus dugaan gangguan elektronik terkait ponsel.
Peraturan berbeda secara signifikan di Eropa. Penumpang yang terbang di dalam Inggris dan Uni Eropa tidak diwajibkan untuk mengaktifkan mode pesawat, dan beberapa maskapai bahkan mengizinkan panggilan serta pesan teks. Sejak Juni 2023, maskapai anggota UE telah diwajibkan memasang teknologi “picocell” pada pesawat—pada dasarnya menara seluler portabel yang terhubung melalui satelit—mengikuti arahan Komisi Eropa yang menyetujui 5G dalam penerbangan.
Yang terpenting, jaringan 5G Eropa beroperasi pada frekuensi yang lebih rendah, berbeda dengan rekan-rekannya di Amerika yang menggunakan frekuensi lebih tinggi dan mampu mengganggu sistem pesawat. Perbedaan ini berarti FAA, yang terakhir memperbarui kebijakan mode pesawatnya pada tahun 2017, tidak mungkin mengadopsi pendekatan serupa dalam waktu dekat.
Ketidakpatuhan dapat menimbulkan konsekuensi nyata. Pada tahun 2016, seorang penumpang asal Inggris dalam penerbangan Flybe dari Amsterdam ke Exeter didenda lebih dari GBP 500 karena menolak mematuhi instruksi. Pada tahun 2018, seorang penumpang lain dikeluarkan dari penerbangan yang berangkat dari Indiana karena perselisihan tentang status ponselnya.
Manfaat praktis selain keselamatan juga mendukung mode pesawat. Ponsel yang tidak mencari menara seluler menghabiskan jauh lebih sedikit baterai. Bagi kebanyakan pelancong, detoks digital yang diberlakukan saat ketinggian jelajah mungkin menjadi keuntungan paling berharga dari semuanya.
** V
MENAFN31032026000163011034ID1110923071