Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pemerintah kembali mengalami penghentian, kali ini langsung mempengaruhi jadwal pengumuman data ketenagakerjaan AS. Baru saja melihat pemberitahuan dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS, laporan ketenagakerjaan bulan Januari yang semula dijadwalkan dirilis pada 6 Februari harus ditunda, dan laporan lowongan pekerjaan bulan Desember juga ikut tertunda.
Bicara soal ini, ini bukan kali pertama terjadi. Pada musim gugur tahun lalu, penghentian selama 43 hari yang mencatat rekor langsung mengacaukan irama data ekonomi utama. Saat itu, data non-pertanian bulan September tertunda hingga November, dan data bulan Oktober serta November bahkan digabungkan dan dirilis bersama pada bulan Desember. Sekarang kembali terjadi, pasar semakin haus akan data ketenagakerjaan AS.
Masalahnya, sinyal ekonomi saat ini benar-benar cukup kontradiktif. Di satu sisi, GDP selama periode September hingga November tumbuh dengan kecepatan tercepat dalam dua tahun terakhir, menunjukkan ekonomi yang sangat kuat. Tapi di sisi lain, pasar tenaga kerja tampak agak lemah—sejak Maret, rata-rata penambahan pekerjaan bulanan hanya 28.000, jauh dari gelombang perekrutan 400.000 per bulan setelah pandemi. Perusahaan besar seperti Amazon dan UPS baru-baru ini juga melakukan PHK massal, membuat orang harus meragukan kondisi pasar tenaga kerja yang sebenarnya.
Para ekonom saat ini sedang memikirkan, apa arti semua ini. Ada yang berpendapat bahwa perekrutan akan meningkat untuk menyesuaikan pertumbuhan ekonomi, sementara yang lain merasa pertumbuhan ekonomi akan melambat agar menyesuaikan dengan kelemahan lapangan kerja. Ada juga kemungkinan ketiga—kemajuan teknologi AI dan otomatisasi mungkin memungkinkan ekonomi tumbuh pesat tanpa menciptakan banyak pekerjaan. Jika asumsi ini benar, dampaknya terhadap pasar tenaga kerja akan sangat dalam.
Ketua Federal Reserve Powell bulan lalu mengatakan bahwa tingkat pengangguran menunjukkan perbaikan dan pertumbuhan ekonomi mempercepat, tetapi penundaan pengumuman data ketenagakerjaan AS kali ini akan membuat pembuat kebijakan dan pelaku pasar semakin sulit menilai kondisi pasar tenaga kerja secara akurat. Tanpa data kunci ini, tingkat kesulitan pengambilan keputusan pasti akan meningkat.