Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Apakah Anda pernah berpikir bahwa Bitcoin bisa menjadi aset tabungan utama dunia bukan karena menggantikan sistem keuangan saat ini? Itu adalah argumen yang cukup menarik yang baru saja diajukan oleh Joe Burnett, Wakil Presiden Strategi Bitcoin di Strive.
Menurut Burnett, Bitcoin bisa mencapai 11 juta USD pada kuartal pertama tahun 2036. Tapi yang menarik di sini bukanlah angka proyeksi tersebut, melainkan alasan di baliknya. Dia tidak mengatakan bahwa Bitcoin akan menggantikan mata uang atau digunakan secara harian di seluruh dunia. Sebaliknya, dia berpendapat bahwa Bitcoin akan menjadi alat untuk menyerap kelebihan likuiditas saat dunia menghadapi tiga tantangan besar: deflasi akibat AI, ekspansi uang yang terus-menerus, dan ketidakstabilan ekonomi.
Yang disebut sebagai "mesin deflasi AI" adalah inti dari argumen ini. Burnett berpendapat bahwa kecerdasan buatan akan menekan biaya tenaga kerja, meningkatkan output, dan menciptakan tekanan penurunan harga secara terus-menerus. Kedengarannya bagus, tetapi masalahnya adalah dalam sistem uang fiat berbasis utang, deflasi adalah musuh utama. Gaji menurun, harga aset melemah, dan utang tetap tidak cocok. Hasilnya? Bank sentral akan terus memperluas likuiditas untuk mencegah siklus deflasi.
Dan di sinilah Bitcoin masuk. Ketika produktivitas meningkat karena AI tetapi uang juga dicetak lebih banyak, modal perlu mencari aset dengan pasokan yang tidak dapat diperluas secara politik. Saham terpengaruh oleh inovasi destruktif, properti mungkin terpengaruh oleh teknologi, obligasi pemerintah menjadi lebih encer. Bitcoin berbeda — memiliki batas pasokan, dapat dibagi, portabel, dan dapat diverifikasi.
Perkiraan Burnett untuk tahun 2036 cukup menarik. Dia memperkirakan bahwa aset keuangan global akan meningkat dari lebih dari 1 juta triliun USD saat ini menjadi sekitar 1,97 juta triliun USD, dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan sebesar 7%. Jika Bitcoin menguasai 12% dari aset keuangan global, nilai jaringan akan mencapai sekitar 230 triliun USD.
Tapi yang benar-benar menarik adalah alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Pada tahun 2036, hanya sekitar 41.000 BTC baru yang akan diterbitkan dalam setahun. Jika hanya 1% dari pertumbuhan modal dunia mencari perlindungan nilai dalam Bitcoin, itu akan setara dengan sekitar 34 juta USD permintaan untuk setiap koin baru — atau sekitar 34 juta USD untuk setiap koin baru.
Burnett juga menyebutkan "Kredit Digital" — sebuah struktur pasar baru di mana sekuritas yang menghasilkan pendapatan didukung oleh neraca Bitcoin yang besar. Ini bisa menciptakan siklus umpan balik antara permintaan hasil dan pembelian Bitcoin secara global.
Sebenarnya, argumen Burnett bukan tentang kenaikan harga secara linier, melainkan tentang perubahan cara pasar menilai Bitcoin. Saat ini, Bitcoin masih dianggap sebagai aset siklus volatilitas. Tapi pada tahun 2036, nilainya akan semakin dinilai sebagai infrastruktur uang.
Jalur menuju ke sana pasti tidak akan mulus. Tapi jika AI terus mendorong kekayaan dan pembuat kebijakan terus mengimbangi dengan likuiditas, Bitcoin bisa menjadi tempat di mana sebagian dari modal global yang terus meningkat akan berakhir. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di level 66.78K USD.