Taiwan Didorong untuk Mempertimbangkan Kembali Cadangan Bitcoin dalam Skenario Perang

TLDR

  • Sebuah think tank mendesak Taiwan untuk mempertimbangkan kembali penerapan cadangan Bitcoin guna bersiap menghadapi potensi konflik geopolitik.
  • Laporan tersebut menyatakan Bitcoin dapat tetap dapat diakses dalam skenario blokade militer atau invasi yang melibatkan China.
  • Bank sentral Taiwan sebelumnya menolak cadangan Bitcoin karena kekhawatiran akan volatilitas, likuiditas, dan kustodi.
  • Studi tersebut menyoroti ketergantungan berat Taiwan pada cadangan dolar AS, yang menyusun lebih dari 80 persen dari kepemilikannya.
  • Laporan tersebut menyarankan Bitcoin dapat melengkapi emas sebagai lindung nilai terhadap pelemahan nilai mata uang dan ketidakpastian ekonomi.

Sebuah laporan kebijakan baru mendesak Taiwan untuk meninjau ulang perlindungan finansialnya terhadap eskalasi risiko geopolitik dan ekonomi global. Studi tersebut menyoroti Bitcoin sebagai aset cadangan yang tangguh dalam potensi konflik regional dan skenario krisis di masa depan.

Jacob Langenkamp dari Bitcoin Policy Institute menyampaikan proposal tersebut dalam sesi pengarahan pada hari Selasa di Washington. Ia berargumen bahwa Bitcoin dapat memastikan akses finansial yang berkelanjutan jika China menerapkan blokade militer regional.

Laporan tersebut menyatakan cadangan emas dapat menjadi tidak dapat diakses selama gangguan militer yang parah dan kondisi konflik regional yang berkepanjangan. Laporan ini juga memperingatkan bahwa kepemilikan mata uang asing dapat menghadapi pembatasan eksternal atau sanksi.

Bank sentral Taiwan sebelumnya meninjau strategi aset digital nasional. Namun, pejabat menolak cadangan Bitcoin, dengan alasan kekhawatiran akan volatilitas dan kustodi.

Perdebatan Cadangan Bitcoin Taiwan Memanas

Langenkamp menyatakan Bitcoin menawarkan ketahanan geopolitik bagi Taiwan dalam keadaan darurat yang ekstrem. Ia menjelaskan bahwa aset digital tetap dapat diakses tanpa transportasi fisik lintas batas.

Menurut laporan tersebut, Bitcoin dapat melengkapi emas sebagai lindung nilai terhadap pelemahan nilai mata uang. Proposal ini menyoroti ketergantungan berat Taiwan pada cadangan dolar Amerika Serikat.

Taiwan memiliki lebih dari 80% cadangannya dalam aset yang denominasi dolar. Laporan ini memperingatkan bahwa meningkatnya utang Amerika Serikat dapat memberi tekanan pada stabilitas mata uang jangka panjang.



Langenkamp mengatakan adopsi Bitcoin dapat memperkuat kemandirian moneter Taiwan selama periode krisis. Ia menekankan bahwa solusi kustodi institusional dapat mengatasi kekhawatiran bank sentral sebelumnya.

Kepemilikan Nasional dan Konteks Kebijakan

Bank sentral Taiwan mengonfirmasi bahwa pihaknya mengeksplorasi cadangan aset digital sebelum menolak rencana implementasi. Para pejabat justru mengidentifikasi dolar Amerika Serikat sebagai aset cadangan yang paling dapat diandalkan.

Meskipun ditolak, Taiwan terus mengevaluasi teknologi blockchain dalam sebuah sandbox aset digital yang teregulasi. Otoritas bertujuan untuk menguji kerangka operasional untuk menangani cadangan kripto yang dikendalikan negara.

Anggota parlemen Taiwan, Ko Ju-Chun, mengungkapkan kepemilikan Bitcoin milik pemerintah melalui pengungkapan di media sosial. Kementerian Kehakiman mengendalikan 210 Bitcoin yang disita selama penyelidikan kriminal.

Kepemilikan tersebut saat ini memiliki estimasi nilai hampir $14 juta. Aset-aset ini menempatkan Taiwan di antara pemegang Bitcoin pemerintah yang lebih besar secara global.

Platform data BitBo tidak secara resmi mencantumkan Taiwan dalam peringkat cadangan nasionalnya. Namun, kepemilikan yang diungkapkan akan menempatkan Taiwan di urutan ketujuh di antara negara-negara yang memegang cadangan Bitcoin.

El Salvador berada di atas Taiwan, sementara Finlandia tetap berada di bawah dalam kepemilikan yang diketahui secara publik. Otoritas terus memantau perkembangan aset digital melalui pembahasan kebijakan dan penilaian regulasi.

Bank sentral mengonfirmasi bahwa penelitian lanjutan akan menjadi panduan bagi keputusan mendatang terkait cadangan cryptocurrency. Pejabat menegaskan kembali bahwa risiko volatilitas, likuiditas, dan kustodi tetap menjadi faktor evaluasi utama.

BTC-3,4%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan