Baru-baru ini saya mulai meneliti tentang sebuah perayaan yang banyak orang tidak tahu dengan baik: Hari Candelaria. Ternyata, 2 Februari menandai momen penting dalam tradisi Kristen, khususnya ketika Maria dan Yusuf membawa Bayi Yesus ke Bait Allah untuk mempersembahkannya kepada Allah.



Hal ini memiliki logika sejarahnya. Menurut kebiasaan zaman itu, setelah 40 hari dari kelahiran, para ibu harus mempersembahkan diri di Bait Allah untuk penyucian mereka. Jadi, 2 Februari bukanlah tanggal sembarangan, melainkan tepat 40 hari sejak kelahiran Yesus. Ketika mereka tiba di Bait Allah, mereka bertemu dengan Simeon, seorang pria yang digambarkan sebagai orang benar dan bijaksana, yang mengenali Bayi sebagai juru selamat. Yang menarik adalah bahwa Simeon menyebutnya 'terang untuk menerangi bangsa-bangsa', dan dari situlah nama Candelaria berasal: karena perayaan ini termasuk pemberkatan lilin yang dinyalakan dalam prosesi.

Sekarang, yang menarik adalah bagaimana tradisi keagamaan ini bercampur dengan kepercayaan adat, terutama di Amerika Latin. Di Meksiko, misalnya, 2 Februari memiliki makna tambahan. Banyak orang Meksiko membawa gambar Bayi Yesus ke gereja agar diberkati, tetapi juga ada hubungan dengan kalender Aztec yang menandai pemberkatan jagung pada tanggal yang sama. Ini adalah sinkretisme yang menarik: iman Kristen bercampur dengan tradisi pra-Hispanik.

Ada kebiasaan yang sangat khas di kalangan orang Meksiko: ketika seseorang mengeluarkan boneka Bayi Yesus dari Rosca de Reyes, orang tersebut harus menyiapkan tamales dan atole untuk dibagikan bersama keluarga pada 2 Februari. Beberapa membawa gambar Bayi Yesus yang mengenakan pakaian dari berbagai profesi: dokter, guru, pemain sepak bola. Mereka melakukannya untuk menarik keberuntungan dan berkah bagi keluarga.

Di Spanyol, perayaannya juga penting, terutama di Kepulauan Canary. Diceritakan bahwa pada tahun 1392, Perawan Maria Candelaria menampakkan diri kepada dua gembala Guanche di Tenerife, dan itu memulai perayaan khusus yang meliputi parade di depan Presiden dan Raja, dengan festival yang berlangsung selama beberapa hari di Basilika yang didedikasikan untuk Perawan Maria Candelaria.

Yang menarik adalah bahwa bagi migran Meksiko di Amerika Serikat, tanggal ini tetap menjadi pusat dalam kalender budaya dan keagamaan mereka. Mereka menjaga hidup campuran antara iman Kristen dan tradisi nenek moyang, membawa praktik mereka melalui generasi. 2 Februari menjadi jembatan antara yang suci dan yang budaya, antara apa yang mereka warisi dari akar mereka dan apa yang mereka jalani hari ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan