Apakah ada zaman di mana kata-kata yang ditinggalkan seseorang terdengar lebih penting dari sekarang.



Minggu lalu, karya terakhir Daniel Ellsberg, 『Truth and Consequence』, diterbitkan. Ia meninggal dunia pada tahun 2023, tetapi sejak mengungkap Pentagon Papers 50 tahun yang lalu, ia terus mengulangi pesan yang sama. Pesan itu adalah peringatan tentang apakah kita tidak terjebak dalam perangkap ketaatan.

Yang sering ditulis Ellsberg adalah betapa berbahayanya ketaatan buta terhadap kekuasaan. Ia menunjukkan bahwa sebagian besar manusia akan mengikuti perintah. Minoritas akan membangkang. Dan hanya sebagian kecil yang berani mengambil risiko untuk melawan. Ia sendiri termasuk dalam kelompok kecil itu.

Yang menarik adalah perubahan pemikiran Ellsberg. Di masa mudanya, ia mencari hormat dari pria yang keras dan kekerasan. Tetapi sepanjang hidupnya, ia menemukan jalan lain. Bentuk perlawanan yang lebih mendasar melalui ketidakpatuhan non-kekerasan. Perubahan ini bukan sekadar perubahan taktik, melainkan menunjukkan transformasi nilai manusia yang mendalam.

Pada tahun 1971, segera setelah mengungkap Pentagon Papers, ia menjadi terisolasi dari lingkungan sekitarnya. Rekan-rekan lamanya bahkan takut bersalaman dengannya. Tetapi dari situ, ia belajar sesuatu. Bukan risiko ketaatan dan konformitas, melainkan pentingnya memilih risiko kebebasan dan komitmen.

Sebagai orang yang mendapatkan pendidikan elit, ia melihat sesuatu dari dalam. Sistem pendidikan kelas atas sebenarnya adalah alat yang mengajarkan ketaatan kepada orang-orang. Ia menulis hal ini pada tahun 1976. Bahwa mereka tanpa sadar diajarkan untuk menjadi bagian dari sistem yang mempertahankan ketidaksetaraan dan privilese.

Peringatan yang ia sampaikan sepanjang hidup konsisten. Dalam era senjata nuklir, di tengah ancaman kepunahan bumi, diam adalah kolusi, diam adalah pengkhianatan. Ia hampir 70 kali ditangkap karena menegakkan keyakinannya melalui tindakan.

Sekarang, suara Ellsberg yang bangkit kembali melalui buku ini, sedang mengajukan pertanyaan kepada kita. Di mana kita akan menunjukkan keberanian moral? Jawaban atas pertanyaan itu adalah kita sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan