Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Poland akan memperkenalkan batas harga bahan bakar pertamanya mulai hari Selasa
(MENAFN) Poland akan memperkenalkan batas harga bahan bakar nasional pertamanya, mulai Selasa, demikian dikonfirmasi oleh Menteri Energi Milosz Motyka, sementara Warsawa bergerak dengan cepat untuk melindungi konsumen dari guncangan akibat melonjaknya harga minyak global yang terus bergejolak.
Motyka meredam ekspektasi soal seberapa cepat bantuan bisa terasa di pom bensin, dengan mencatat adanya hambatan praktis di depan. “Mari ingat bahwa kapan harga di SPBU benar-benar berubah bergantung pada faktor administratif, legislatif, dan teknis, seperti menyesuaikan sistem dan mesin kas,” katanya, menurut media.
Batas harga tersebut, yang diformalkan dalam pengumuman yang diterbitkan pada hari Senin, menetapkan batas tegas di seluruh jenis bahan bakar: bensin oktan 95 sebesar 6.16 zloty ($1.64) per liter, solar sebesar 7.60 zloty ($2.03), dan bensin oktan 98 premium sebesar 6.76 zloty ($1.80).
Batas darurat tersebut — disetel ulang setiap hari oleh Menteri Energi Milosz Motyka — dipicu sebagian besar oleh eskalasi perang AS–Israel terhadap Iran, yang telah mendorong harga bahan bakar melonjak. Para pengecer mendapati bahwa pelanggaran terhadap batas tersebut berisiko menghadapi denda berat hingga 1 juta zloty ($265,000).
Beban fiskal bagi negara sangat besar. Kementerian Keuangan memperkirakan batas tersebut akan menguras sekitar 700 juta zloty ($171 juta) dari kas publik setiap bulan. Rumus batas memperhitungkan rata-rata harga bahan bakar grosir di Polandia, ditambah bea cukai, biaya tambahan bahan bakar, margin eceran tetap sebesar 0.30 zloty ($0.08) per liter, dan PPN.
Kendali harga ini merupakan bagian dari paket legislasi besar yang juga memangkas PPN atas bahan bakar dari 23% menjadi 8% — berlaku mulai 31 Maret — serta menurunkan bea cukai ke ambang minimum yang diizinkan di bawah aturan Uni Eropa. Pemotongan PPN saja diproyeksikan menelan biaya sekitar 900 juta zloty ($221 juta) per bulan.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menggambarkan paket ini sebagai intervensi langsung untuk menurunkan harga di pom dan mengekang tekanan inflasi, sambil tetap membuka peluang untuk tindakan lebih lanjut. Ia mengindikasikan pemerintah mungkin akan menerapkan pajak windfall pada perusahaan-perusahaan bahan bakar jika bukti adanya pengambilan keuntungan berlebih muncul.
Konteks yang lebih luas yang mendorong langkah-langkah ini adalah sistem energi global yang sedang mengalami tekanan berat. Perang AS–Israel dengan Iran dan meningkatnya gesekan di Selat Hormuz telah memutus koridor energi utama, memicu kekurangan dan lonjakan harga di seluruh dunia.
Titik rawan tersebut menjadi lebih tidak aman pada 2 Maret, ketika Teheran mengumumkan pembatasan navigasi melalui Selat Hormuz — jalur penting bagi kapal tanker minyak — dan mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap kapal mana pun yang mencoba melintas tanpa otorisasi sebelumnya.
Dampaknya bergema secara global. Dengan sekitar 20 juta barel minyak melewati selat itu setiap hari, nyaris terhentinya jalur tersebut telah membuat harga minyak, tarif angkutan, dan premi asuransi melonjak tajam, sehingga memicu kekhawatiran ekonomi yang meluas.
MENAFN31032026000045017169ID1110922761