Amazon mengembangkan ponsel Transformer, yang pertama sejak Fire Phone tahun 2014

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Amazon sedang mengerjakan telepon baru, yang secara internal disebut “Transformer,” untuk mempercepat keterlibatan pengguna dengan asisten AI miliknya, Amazon Alexa, menurut laporan Reuters pada Jumat.

Perangkat ini dipikirkan bukan sebagai pesaing konvensional bagi handset Apple atau Samsung, melainkan sebagai antarmuka personalisasi yang dirancang untuk menjaga konsumen tetap terhubung dengan ekosistem layanan Amazon. Perangkat ini mungkin mengandalkan AI untuk mengurangi atau bahkan menggantikan aplikasi tradisional.

Proyek ini masih dalam pengembangan dan bisa mengambil berbagai bentuk, termasuk ponsel cerdas standar atau “dumbphone,” yang mungkin digunakan sebagai perangkat sekunder. Proyek ini dipimpin oleh tim inovasi khusus yang berfokus pada perangkat keras terobosan, tetapi detail penting seperti harga, tenggat waktu, dan peluncuran masih belum jelas.

Adopsi Alexa+ dan langkah perangkat keras terbaru

Alexa+, versi asisten yang ditingkatkan dan diluncurkan pada Maret 2025, menarik puluhan juta pendaftaran dalam sembilan bulan pertamanya serta menghasilkan tingkat keterlibatan dua hingga tiga kali lebih tinggi dibanding versi aslinya.

Amazon telah mengklaim bahwa sekitar 76% tugas yang dilakukan pengguna dengan Alexa+ tidak dapat direplikasi oleh asisten AI pesaing mana pun.

Di CES 2026, Amazon menampilkan rangkaian produk yang ditingkatkan dengan AI yang bertujuan mendorong Alexa+ ke lebih banyak konteks.

Perusahaan itu meluncurkan Echo Dot Max dan Echo Studio yang diperbarui, keduanya dirancang untuk integrasi Alexa+ yang lebih mendalam. Perusahaan juga memperluas jangkauan asisten ke kendaraan BMW dan meluncurkan versi berbasis web yang dapat diakses di luar perangkat keras milik Amazon.

Bayangan Fire Phone

Proyek “Transformer” dipandang sebagai dorongan baru Amazon ke pasar seluler setelah kegagalan Fire Phone miliknya.

Fire Phone, yang diperkenalkan oleh mantan CEO Jeff Bezos pada Juli 2014, adalah bencana komersial.

Kurang dari 35.000 unit terjual dalam dua bulan pertama setelah peluncuran. Dalam beberapa minggu, harga turun dari $650 menjadi 99 sen saat Amazon bergegas membersihkan stok.

Pasar tidak menjadi lebih ramah sejak saat itu. Pada Februari 2026, Apple menguasai 31,5% pengiriman global smartphone, dan Samsung memegang 21,4%, yang berarti kedua pemimpin itu bersama-sama menyumbang 53% pasar, menurut StatCounter.

                    **Pengungkapan:** Artikel ini diedit oleh Vivian Nguyen. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara kami membuat dan meninjau konten, lihat Kebijakan Editorial kami.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan