Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
ADB Mengungkapkan Paket Dukungan Untuk Membantu Asia Menghadapi Dampak Konflik Timur Tengah
(MENAFN- Badan Berita Trend) ** BAKU, Azerbaijan, 25 Maret.** Bank Pembangunan Asia (ADB) telah mengumumkan paket dukungan keuangan baru yang ditujukan untuk membantu negara-negara anggotanya yang sedang berkembang (DMCs) meredam dampak ekonomi dan keuangan dari konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, lapor Trend.
Sejak tidak ada kesepakatan konkret yang dicapai dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir, AS dan Israel mulai melancarkan serangan udara militer terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta fasilitas militer AS yang berada di negara-negara di seluruh kawasan, dimulai pada hari yang sama.
Konflik yang terus berlangsung secara signifikan telah mengancam infrastruktur energi dan transportasi maritim kawasan. Harga minyak melonjak di pasar global akibat meningkatnya ketegangan keamanan di sekitar Selat Hormuz, sehingga mendorong beberapa negara untuk menyarankan warganya meninggalkan kawasan.
Presiden ADB Masato Kanda mengatakan bank akan memberikan bantuan “cepat, fleksibel, dan dapat diskalakan” untuk mengatasi tekanan langsung maupun risiko jangka panjang. Ini termasuk dukungan anggaran yang dicairkan cepat serta pembiayaan perdagangan dan rantai pasok yang diperluas untuk mengamankan impor penting, termasuk minyak.
Bank tersebut mengatakan pihaknya memiliki sumber daya yang cukup untuk melindungi operasi yang sudah berjalan sambil meningkatkan bantuan darurat, termasuk melalui penyangga pinjaman yang bersifat kontrasisiklik.
ADB memperingatkan bahwa konflik tersebut sudah mengganggu arus perdagangan global, mendorong naik biaya pengiriman dan waktu pengantaran, serta menimbulkan risiko pasokan tidak hanya untuk energi tetapi juga untuk input industri kunci seperti petrokimia dan pupuk—menimbulkan kekhawatiran bagi produksi pertanian dan pangan di seluruh kawasan.
Kenaikan harga minyak, tekanan inflasi, dan kondisi keuangan yang semakin ketat juga membebani ekonomi di Asia dan kawasan Pasifik, dengan mata uang dan arus modal berada di bawah tekanan. Negara-negara yang sangat bergantung pada pariwisata dan remitansi dinilai sangat rentan.
Sebagai respons, dukungan ADB akan berfokus pada dua bidang utama. Yang pertama adalah pembiayaan anggaran darurat bagi pemerintah yang menghadapi tekanan fiskal, termasuk melalui Countercyclical Support Facility-nya untuk menstabilkan ekonomi dan melindungi populasi yang rentan.
Komponen kedua melibatkan perluasan Trade and Supply Chain Finance Program bank tersebut, yang mendukung impor barang penting dari sektor swasta. Sebagai bagian dari upaya ini, ADB akan secara sementara melanjutkan pembiayaan untuk impor minyak—sebuah langkah luar biasa yang mencerminkan lonjakan tajam harga energi dan gangguan pasokan yang masih berlangsung.
ADB mengatakan pihaknya telah memulai konsultasi dengan negara-negara yang paling terdampak dan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, mitra pembangunan, dan sektor swasta untuk memastikan respons yang efektif.
Didirikan pada 1966, ADB adalah bank pembangunan multilateral terkemuka dengan 69 anggota, yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif di seluruh Asia dan kawasan Pasifik.
MENAFN25032026000187011040ID1110903410