"China Impact 2.0", kekaguman atau kecemasan di luar negeri|Visi Global

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Di kancah opini Eropa, “China Shock 2.0” adalah kata kunci hangat dalam beberapa bulan terakhir. Dalam sebuah artikel panjang di Foreign Affairs yang terbit pada Senin pekan lalu, topik itu pun menjadi bahan perbincangan hangat di pemerintahan Asia Tenggara.

20 tahun lalu, ketika Tiongkok bergabung dengan WTO dan menyapu dunia dengan produk tekstil murah serta mainan plastik, para ekonom menyebutnya “China Shock” (China Shock). Kini, surplus perdagangan rekor Tiongkok pada 2025 sebesar 1,2 triliun dolar AS, serta narasi arus utama global—terutama di negara-negara maju—yang dipenuhi kekhawatiran dan nada peringatan, mengumumkan datangnya era “China Shock 2.0” (China Shock 2.0) secara menyeluruh.

Kekhawatiran Eropa

Mari mulai dari Eropa. Dua tahun lalu, dalam konteks pembahasan Eropa tentang Tiongkok, pembicaraannya adalah bagaimana melakukan “de-risking” (De-risking). Namun, saat hubungan AS-Eropa sedang dikonfigurasi ulang, banyak orang mengira retaknya aliansi Barat pasti akan membuat Eropa lebih akrab dengan Tiongkok; kesimpulannya ternyata belum tentu.

Disarankan untuk masuk ke database Caixin, agar dapat merujuk kapan saja pada ekonomi makro, saham, obligasi, dan tokoh-tokoh perusahaan; data keuangan ada dalam genggaman.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan