Alibaba Ungkap Model RynnBrain untuk Mendukung Pemikiran Robot

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(MENAFN) Raksasa teknologi asal Tiongkok Alibaba meluncurkan model open-source terobosan pada hari Rabu, yang memberi robot kemampuan kecerdasan buatan, menurut laporan media Tiongkok.

RynnBrain, model dasar terwujud (embodied) yang dibangun di atas platform Qwen3-VL milik Alibaba, memungkinkan mesin untuk dapat mempersepsi, menganalisis, dan berinteraksi dalam ruang fisik di luar lingkungan digital konvensional.

Perusahaan tersebut menyoroti peningkatan fungsi sistem ini, khususnya “melakukan penalaran yang sadar secara fisik dan mengeksekusi tugas-tugas dunia nyata yang kompleks,” melampaui sekadar proses observasional.

Teknologi ini mengidentifikasi dan memetakan secara spasial peluang-peluang yang dapat ditindaklanjuti dalam lingkungan lokal atau berdimensi tiga, sehingga memungkinkan model Vision-Language-Action (VLA) turunan untuk menangani operasi yang semakin canggih, demikian penjelasan Alibaba.

Terobosan penalaran spasial ini merupakan kemajuan signifikan bagi pengembang Tiongkok dalam model dasar kecerdasan terwujud (embodied), menurut Charlie Zheng, kepala ekonom di Samoyed Cloud Technology Group Holdings.

Inovasi ini menandakan kemajuan untuk mengatasi kendala kritis dalam pengembangan dan komersialisasi robot—membekali mesin dengan “otak” yang canggih, bukan bergantung pada urutan yang telah diprogram sebelumnya.

Sementara itu, model bahasa besar (LLM) kecerdasan buatan Tiongkok DeepSeek mengumumkan pada hari Rabu ekspansi jendela konteksnya dari 128.000 token menjadi lebih dari 1 juta, yang secara dramatis meningkatkan kemampuan sistem AI untuk memproses pertanyaan manusia.

Jendela konteks yang diperluas memungkinkan model AI untuk “mengingat” dan menganalisis jauh lebih banyak informasi selama percakapan atau tugas individual, sehingga memudahkan penalaran yang lebih kompleks serta pengelolaan data dan kode yang lebih baik.

Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan mengungkapkan adanya inisiatif senilai 1 triliun won ($692,6 juta) pada hari Rabu yang akan diluncurkan bulan depan untuk menciptakan semikonduktor AI bagi aplikasi di perangkat (on-device), demikian laporan media.

Kerja sama pemerintah dan sektor swasta menargetkan pengembangan 10 chip AI selama lima tahun untuk diterapkan pada kendaraan otonom, perangkat rumah pintar, robot humanoid, dan teknologi lainnya.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa proyek ini akan memungkinkan perusahaan domestik untuk mengurangi ketergantungan teknologi pada produsen chip AI asing.

MENAFN15022026000045017169ID1110743108

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan