Penelitian baru memperingatkan bahwa menghisap rokok elektrik berpotensi menyebabkan kanker

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh para ilmuwan di Universitas New South Wales, Australia, mengeluarkan peringatan serius: menghirup rokok elektrik kemungkinan besar dapat memicu kanker paru-paru dan kanker mulut. Artikel terkait telah dimuat pada edisi terbaru jurnal “Onkologi”.

Selama ini, rokok elektrik sering dianggap sebagai “alternatif pengurangan risiko” terhadap rokok konvensional atau sebagai alat bantu untuk berhenti merokok, namun risiko karsinogenik bila digunakan sendiri jarang mendapat perhatian. Studi terbaru menghimpun kekuatan multidisiplin seperti apoteker, ahli epidemiologi, dokter bedah toraks, dan pakar kesehatan masyarakat, untuk menata secara mendalam bukti yang ada dari berbagai dimensi.

Tim menganalisis uji klinis, eksperimen pada hewan, dan data laboratorium, serta meninjau secara menyeluruh komposisi kimia dalam aerosol rokok elektrik. Bukti berlapis dari pemantauan klinis, model hewan, dan studi mekanisme menunjukkan bahwa: pada tubuh manusia yang menghirup rokok elektrik, biomarker menunjukkan kerusakan DNA, stres oksidatif, dan peradangan jaringan; percobaan pada tikus membuktikan terbentuknya tumor di paru-paru; studi sel mengungkapkan bahwa jalur karsinogenik telah diaktifkan. Setelah menggabungkan semua temuan, tim menyimpulkan bahwa rokok elektrik memang memiliki potensi menyebabkan kanker.

Penelitian bahaya tembakau telah berlangsung lebih dari seratus tahun. Meskipun rokok elektrik adalah fenomena baru, kecanduan, keracunan, dan kerusakan paru-paru yang dipicu oleh penghirupan aerosol yang mengandung nikotin sudah sering terjadi. Tim menemukan berbagai senyawa karsinogenik dalam aerosol, termasuk senyawa organik volatil serta partikel logam yang terurai dari kumparan pemanas.

Tim juga membandingkan kondisi rokok elektrik saat ini dengan penelitian bahaya tembakau dari seratus tahun lalu. Dari peringatan sporadis pertengahan abad ke-19, hingga pada tahun 1964 Amerika melaporkan secara resmi bahwa merokok menyebabkan kanker, umat manusia menjalani hampir seratus tahun perdebatan ilmiah, barulah kebenaran mematikan tentang tembakau terungkap. Selama periode itu, sinyal peringatan dini kerap diabaikan; dari tuberkulosis hingga penyakit kardiovaskular, lalu hingga kanker paru-paru—peringatan demi peringatan akhirnya terbukti, dengan biaya yang sangat mahal.

Tim menekankan bahwa rokok elektrik tampaknya sedang mengulang pola seperti pada masa lalu. Menghadapi ancaman kesehatan yang baru, manusia tidak seharusnya mengulang kesalahan yang sama.‬

(文章来源:科技日报)

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan