Peraturan Kerja Jarak Jauh UAE Dijelaskan: Jam Kerja, Cuti, Hak, Pelanggaran Saat Bekerja dari Rumah

(MENAFN- Khaleej Times)

Tahukah Anda bahwa karyawan yang bekerja dari rumah dikenai jam kerja, standar kinerja, dan kewajiban yang sama seperti staf yang bekerja di kantor?

Oleh: Sahim Salim

Bekerja dari rumah di Uni Emirat Arab tidak berarti aturan lebih sedikit atau kewajiban yang lebih fleksibel. Karyawan tetap terikat pada jam kerja yang sama, standar kinerja, dan tanggung jawab hukum seperti staf yang berbasis di kantor.

Panduan baru yang diterbitkan oleh Kementerian Sumber Daya Manusia dan Emiratisasi (Mohre) menguraikan secara rinci bagaimana pekerjaan jarak jauh beroperasi di sektor swasta, mencakup semuanya mulai dari jam kerja dan hak cuti hingga kewajiban pemberi kerja, aturan pemantauan, serta sanksi bagi ketidakpatuhan. Panduan ini memberikan kejelasan bagi perusahaan maupun karyawan dalam menangani pengaturan hibrida dan jarak jauh.

Direkomendasikan Untuk Anda

Berikut rincian mengenai apa yang dikatakan aturannya:

Apa itu kerja jarak jauh?

Kerja jarak jauh memungkinkan karyawan menjalankan tugas mereka di luar tempat kerja, baik sepenuhnya maupun sebagian, menggunakan alat komunikasi digital, sebagaimana disepakati dalam kontrak kerja.

Karyawan berhak atas hal yang sama:

Gaji

Jam kerja

Cuti

Perlindungan tempat kerja

Apa yang diwajibkan bagi pemberi kerja?

Menerbitkan kontrak kerja yang jelas yang mencakup gaji, peran, jam, dan durasi

Mematuhi jam kerja yang diatur secara hukum dan memberikan hari libur istirahat

Memberikan cuti tahunan, cuti sakit, dan cuti lainnya

Menyediakan perangkat dan alat teknis yang diperlukan

Membayar semua kewajiban tepat waktu saat kontrak berakhir

Tidak membebankan biaya perekrutan atau biaya perekrutan

Mendefinisikan tugas dan sistem komunikasi dengan jelas

Memantau karyawan dan menyediakan catatan jika diminta oleh pemeriksa ketenagakerjaan

** Apa yang harus dilakukan karyawan?**

Menyelesaikan tugas sendiri (tanpa outsourcing)

Bekerja sesuai jam yang disepakati dan merespons dengan cepat

Menggunakan peralatan perusahaan dengan benar

Menjaga kerahasiaan data pekerjaan

Menyerahkan laporan dan menyelesaikan tugas tepat waktu

Menghadiri rapat virtual bila diperlukan

** Berapa jam yang bisa Anda kerjakan?**

8 jam per hari, hingga 48 jam per minggu

Lembur harus dibayar jika batas terlampaui

Istirahat harian wajib (tidak dihitung sebagai jam kerja)

Minimal satu hari libur mingguan berbayar diperlukan

** Cuti apa yang menjadi hak karyawan?**

** Cuti tahunan**

30 hari per tahun setelah satu tahun masa kerja

Cuti proporsional jika kurang dari satu tahun

** Cuti sakit**

15 hari dengan gaji penuh

30 hari dengan gaji setengah

45 hari tanpa gaji

** Cuti melahirkan**

60 hari (45 gaji penuh, 15 gaji setengah)

Pemutusan kerja karena kehamilan tidak diizinkan

** Cuti lainnya**

Cuti orang tua: 10 hari kerja

Cuti berduka: 3 sampai 5 hari tergantung hubungan

Cuti untuk studi dan dinas nasional (dengan ketentuan)

** Asuransi apa yang harus disediakan?**

Pemberi kerja harus menyediakan:

Asuransi kesehatan untuk pekerja jarak jauh

Asuransi perlindungan pekerja yang mencakup upah yang belum dibayar (hingga Dh20,000)

Karyawan harus mendaftar asuransi pengangguran, yang memberikan:

60 persen dari gaji selama hingga 3 bulan jika pekerjaan hilang

** Apa yang termasuk pelanggaran?**

Tidak merespons selama jam kerja tanpa alasan yang sah

Keterlambatan berulang dalam menyelesaikan tugas

Mengerjakan pekerjaan pribadi selama jam resmi

Memberikan tugas kepada orang lain tanpa persetujuan

Masuk/log in tanpa benar-benar bekerja

Pemberi kerja dapat mengambil tindakan disipliner, termasuk pemutusan kerja dalam kasus serius.

** Apakah masuk/log in saja cukup untuk membuktikan bahwa Anda sedang bekerja?**

Tidak. Kinerja diukur berdasarkan output dan kualitas pekerjaan.

** Bisakah Anda mengatur jam kerja Anda sendiri?**

Tidak. Jam kerja ditetapkan dalam kontrak kerja.

** Bisakah Anda mengerjakan tugas pribadi selama jam kerja?**

Tidak. Jam kerja diperuntukkan secara ketat bagi tanggung jawab pekerjaan.

** Bisakah pemberi kerja memantau karyawan jarak jauh?**

Ya. Pemantauan diperbolehkan jika sesuai dan menghormati privasi serta martabat karyawan.

** Apakah kinerja yang buruk dapat menyebabkan pemutusan kerja?**

Ya. Aturan kinerja yang sama berlaku seperti untuk karyawan yang bekerja di kantor.

** Bagaimana dengan warga negara Uni Emirat Arab di bawah Nafis?**

Kelayakan bergantung pada memiliki pekerjaan yang nyata dan aktif

Kerja jarak jauh tidak memengaruhi tunjangan jika ketentuan terpenuhi

Setiap perubahan dalam pekerjaan harus dilaporkan

BACA JUGA

Terdampar di luar negeri saat cuti? Ini yang dikatakan hukum UEA tentang keamanan kerja Anda Pemotongan gaji di UEA: Ketahui hak Anda sebagai karyawan

MENAFN31032026000049011007ID1110927476

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan