Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Amazon Menolak Rencana Mencantumkan Biaya Tarif Setelah Kritik dari Gedung Putih
Temukan berita dan acara fintech teratas!
Berlangganan newsletter FinTech Weekly
Dibaca oleh para eksekutif di JP Morgan, Coinbase, Blackrock, Klarna, dan lainnya
Muncul Sengketa Transparansi Tarif di Platform Ritel
Amazon menghadapi pengawasan dari Gedung Putih pada 29 April setelah laporan bahwa perusahaan itu akan menampilkan dampak tarif AS baru pada harga produk. Situasi ini meningkat dengan cepat, memicu kritik publik dari para pejabat dan respons langsung dari Presiden Donald Trump, yang secara pribadi menghubungi pendiri Amazon Jeff Bezos untuk menyampaikan keprihatinan.
Kontroversi bermula ketika PunchBowl News melaporkan bahwa Amazon berencana menyoroti porsi biaya produk yang dihasilkan dari tarif yang baru-baru ini diberlakukan oleh pemerintahan Trump. Menurut Gedung Putih, langkah ini dipandang sebagai bermotif politik, terutama mengingat waktu pelaksanaannya dan perdebatan ekonomi yang lebih luas seputar tarif tersebut.
Namun, Amazon kemudian mengklarifikasi bahwa tidak ada rencana seperti itu yang disetujui. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa tim internal yang mengelola platform diskon Amazon Haul-nya telah mempertimbangkan ide itu, tetapi ide tersebut tidak pernah diotorisasi untuk diterapkan di seluruh pasar utama Amazon.
Gedung Putih Bereaksi Cepat
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengkritik rencana yang dilaporkan Amazon dalam pengarahan pagi hari, menyebutnya sebagai aksi “permusuhan”. Ia mempertanyakan motif perusahaan dan mengaitkan perkembangan tersebut dengan kekhawatiran yang lebih luas tentang interaksi Amazon sebelumnya dengan pemerintah asing.
Briefing Gedung Putih mengungkapkan bahwa setelah mengetahui laporan tersebut, Trump secara pribadi menelepon Bezos untuk menyampaikan keberatannya. Seorang pejabat senior mengonfirmasi bahwa panggilan itu terjadi lebih awal pada hari yang sama.
Amazon Mengklarifikasi Posisinya
Setelah kritik publik tersebut, Amazon mengeluarkan pernyataan yang menekankan bahwa gagasan untuk menampilkan biaya terkait tarif hanya dibahas secara internal dalam divisi tertentu. Perusahaan itu menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk meluncurkan fitur seperti itu di situs utamanya.
Klarifikasi ini bertujuan untuk menahan dampak lanjutannya, meskipun Gedung Putih telah membingkai situasi tersebut sebagai bagian dari konfrontasi yang lebih besar antara pemerintahan dan perusahaan teknologi besar.
Implikasi Politik dan Bisnis yang Lebih Luas
Meskipun pemerintahan mengkritik pesan politik yang dinilai terkait dengan Amazon, pertanyaan tetap ada tentang bagaimana pengecer besar akan mengelola dampak finansial dari tarif ke depan. Raksasa ritel mungkin menghadapi tekanan yang meningkat untuk menyerap biaya tambahan atau meneruskannya kepada konsumen.
Para analis memperingatkan bahwa dengan tarif pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya, konsumen kemungkinan akan menghadapi harga yang lebih tinggi di berbagai macam barang, terlepas dari bagaimana perusahaan memilih untuk mengomunikasikan perubahan tersebut. Bagi Amazon dan platform serupa, menyeimbangkan transparansi dengan netralitas politik dapat menjadi tantangan yang berkelanjutan.
Pada tahap ini, Amazon tampaknya fokus untuk menjauhkan diri dari kontroversi politik sambil tetap menjaga fleksibilitas dalam rencana operasionalnya. Insiden ini menegaskan bagaimana pengecer-pengecer besar menjadi sangat terkait dengan kebijakan geopolitik dan ekonomi yang lebih luas.