Baru saja saya menyadari sebuah drama internal yang cukup menarik di Capitol Hill. Departemen Keamanan Dalam Negeri sudah tutup selama tiga minggu, tetapi di Washington, apa yang terdengar hanyalah file Epstein dan pidato kenegaraan Trump—tidak ada yang benar-benar membahas bagaimana menyelesaikan masalah penutupan ini.



Ngomong-ngomong, ini juga cukup ironis. Ketua DPR Johnson dan pemimpin mayoritas Senat Thune, yang seharusnya menggunakan kekuasaan anggaran mereka, malah menyerahkannya langsung ke Trump, sementara mereka hanya menonton dari samping. Anggota DPR Demokrat Larson berkata dengan sangat jujur: "Pimpinan Partai Republik sama sekali tidak memimpin." Anggota DPR Demokrat dari Texas, Castro, bahkan lebih keras, mengatakan bahwa Johnson mungkin adalah ketua DPR terlemah dalam beberapa tahun terakhir, "semuanya hanya soal Trump dan apa yang diinginkan Trump."

Apa yang menjadi kunci? Reformasi yang diminta Demokrat sebenarnya sangat dasar—agen federal tidak memakai topeng, harus menggunakan surat perintah penggeledahan, dan harus menunjukkan identitas. Kedengarannya seperti langkah-langkah perlindungan konstitusional yang umum, kan? Tapi Gedung Putih tetap diam, tidak memberi respons sama sekali. Ini menimbulkan fenomena yang menarik: bahkan di dalam Partai Republik mulai saling menyalahkan. Ketua Komite Penganggaran DPR, Cole, mengatakan bahwa Demokrat memanfaatkan keamanan nasional sebagai alat tawar-menawar, tetapi juga menyiratkan bahwa Johnson dan kawan-kawan harus kembali ke tugas dasar pemerintahan.

Lebih dramatis lagi, Menteri Keamanan Dalam Negeri, Nomm, baru-baru ini terjerat skandal lagi, mengatakan bahwa TSA akan menghentikan pemeriksaan cepat, tetapi Gedung Putih justru mengatakan pemeriksaan cepat harus dilanjutkan. Sinyal kontradiktif ini hanya bisa berarti satu hal: Gedung Putih sama sekali tidak serius dalam berkoordinasi, dan negosiasi di Capitol Hill sia-sia belaka.

Larson menyimpulkan dengan baik: "Gulir ada di tangan mereka, tapi mereka tampaknya sama sekali tidak punya pengaruh." Inilah situasi saat ini—ketua DPR diabaikan, Demokrat pun menyerah berharap, semuanya menunggu Trump yang membuka suara. Kekosongan kekuasaan seperti ini di Capitol Hill sudah sangat jarang terjadi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan