Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Menarik untuk melihat bagaimana Italia merancang ulang strateginya di Afrika. KTT yang dijadwalkan di Ethiopia bulan ini benar-benar menandai sebuah titik balik dalam hubungan ekonomi Eropa-Afrika.
Roma sangat mengandalkan Addis-Abeba sebagai jembatan diplomatik dan ekonomi. Pilihan ini tidak sembarangan: di Ethiopia terletak markas Uni Afrika, yang memberikan makna lebih dari sekadar dialog bilateral. Ini jelas dihitung matang.
Rencana Mattei Italia bertujuan membangun sesuatu yang berkelanjutan. Kita berbicara tentang energi, infrastruktur, pengembangan industri. Italia tidak hanya mencari kontrak jangka pendek, tetapi membangun fondasi kerjasama yang terstruktur. Dan jujur saja, ini adalah pendekatan yang baru mulai dipahami oleh kekuatan Eropa lainnya.
Di bidang energi, ini adalah inti dari permainan. Roma memperkuat hubungan dengan produsen dari Afrika Utara dan sub-Sahara. Eropa harus mendiversifikasi sumber energinya, dan Afrika menawarkan solusi nyata dalam gas dan energi terbarukan. Proyek infrastruktur dan koridor transportasi menjadi sangat penting. Menarik juga untuk dicatat bahwa modal dari Teluk mengalir ke sektor-sektor ini. Ini menunjukkan betapa sentralnya Afrika dalam rantai pasok global.
Selain energi, ada seluruh isu sektor manufaktur. UKM Italia melihat peluang nyata dalam transfer teknologi, terutama dalam pengolahan makanan dan mesin-mesin. Ini adalah pragmatisme ekonomi.
Bagi Ethiopia, menyambut KTT ini juga merupakan peluang. Negara ini sedang menjalani reformasi makroekonomi yang didukung IMF, menstabilkan pasar valuta asingnya, dan berusaha menarik investasi langsung asing. KTT ini menjadi platform untuk menunjukkan bahwa reformasi berjalan dan bahwa negara ini terbuka terhadap modal Eropa.
Secara keseluruhan, yang kita lihat adalah sebuah recalibrasi. Italia memposisikan diri sebagai mitra yang pragmatis, bukan idealis. Fokus pada keamanan energi, pembiayaan infrastruktur, pertumbuhan sektor swasta. Seiring kompetisi global untuk kemitraan di Afrika semakin meningkat, model Italia di Ethiopia bisa menjadi referensi untuk keterlibatan yang lebih terstruktur dan berorientasi pada investasi nyata.