Li Yang dari Zhu Guangyu Hotpot: Ekspor masakan Tiongkok bukan sekadar memindahkan barang dari dalam negeri ke luar negeri

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

25 Maret, Konferensi Industri Kuliner Tiongkok 2026 serta Pameran Industri Kuliner Global HCC ke-35 yang diselenggarakan bersama oleh World Chinese Catering Federation dan situs Redcan, berlangsung di Hangzhou International Expo Center. Di antaranya, pada “Forum Pertukaran Kuliner Internasional 2026”, Li Yang, mitra pendiri Zhubao Yut Hotpot dan merek patungan panggang tanpa batas Tae Shi Duo, menyampaikan dengan judul《Naskah Baru Globalisasi untuk Hotpot Lokal》, berbagi jalur praktik yang ia tempuh untuk mendorong hotpot agar masuk ke pasar internasional.

Li Yang mengatakan, “Chines Catering go global bukanlah memindahkan hal-hal dari dalam negeri ke luar negeri, melainkan meninjau diri sendiri dari sudut pandang global.”

△ Zhubao Yut Hotpot Li Yang

Li Yang mengingatkan, ketika membuka gerai di luar negeri, biaya kepatuhan lebih tinggi daripada yang dibayangkan: durasi pembangunan gerai, pengadaan peralatan, pemadam kebakaran, kebersihan—setiap aspek jauh lebih rumit daripada perkiraan. Misalnya, gerai luar negeri pertama Zhubao Yut, gerai Melbourne, dari persiapan hingga pembukaan memakan waktu tepat dua tahun.

Li Yang mengatakan, ledakan cepat gerai pertama Zhubao Yut di Kuala Lumpur bukanlah kebetulan, melainkan karena pertimbangan strategi yang dilakukan pada berbagai tingkat:

Pertama, esensi ekspor gerai kuliner adalah “ekspor budaya”. Ia menegaskan bahwa merek harus menjadikan ekspor budaya sebagai strategi, menyelesaikan integrasi lokal dengan menyasar komunitas Tionghoa setempat. Ia memberi contoh, tim menempatkan buku panduan perjalanan buatan sendiri di depan gerai luar negeri, yang memberi tahu orang Tionghoa di Malaysia “di mana enak dan seru di China”, ini adalah cara membawa budaya keluar.

Kedua, ekspor harus selaras dengan perubahan kebutuhan konsumen lokal. Li Yang memberi contoh gerai di Malaysia, karena mereka melihat kebutuhan terhadap ruang kamar pribadi di sana lebih banyak untuk pertemuan, dan juga ada kebutuhan terhadap makanan, maka tim menetapkan lantai dua gerai semuanya menjadi kamar pribadi dengan KTV.

Ketiga, pertimbangan strategi pemasaran. Di pasar luar negeri seperti Malaysia dan Australia, merek menjadikan Xiaohongshu sebagai medan utama promosi dan pemasaran, sekaligus menyelenggarakan kegiatan lokal seperti “Natal turun salju” di tempat tersebut, serta melanjutkan acara penilaian penggemar yang bisa dilakukan di dalam negeri dan acara kustomisasi anggota ke luar negeri.

Keempat, merek harus memiliki kemungkinan keberagaman. Misalnya di gerai di Makau, hotpot Zhubao Yut diubah menjadi format satu panci kecil per orang. Li Yang menyatakan, “Kalau di tempat lokal jadi terlalu pekat dan pedas sampai semua orang tidak sanggup, maka saya harus mengubahnya.” Bentuk produk ditentukan oleh segmen pelanggan mitra.

Pada akhirnya, Li Yang menekankan: “Zhubao Yut ‘lokalisasi’ bukanlah sekadar terus-menerus menonjolkan diri sendiri, melainkan ‘mengikuti adat setempat’. Merek berakar di tempat yang berbeda, inti Anda adalah akar, yang harus hidup berdampingan secara simbiosis dengan ekosistem lokal.”

Penulis: Redcan Bagian Redaksi

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan