Baru saja saya membaca ulang wawancara dari saudara-saudara Liberman, dan jujur — ini salah satu peringatan paling serius yang saya dengar dari Silicon Valley dalam beberapa tahun terakhir. Para pendiri yang pernah menjual startup mereka seharga 64 juta dolar, kini memperingatkan tentang bagaimana dunia bergerak langsung ke zaman abad pertengahan digital, jika tidak ada yang berubah.



Intinya sederhana dan menakutkan sekaligus. Saudara-saudara Liberman melihat bahwa umat manusia berada di ambang era di mana akan ada 10 miliar robot di Bumi. Bukan sekadar mesin di jalur produksi, tetapi salinan digital lengkap dari setiap dari kita. Kamu programmer — kamu akan punya robot yang memprogram 24/7. Kamu desainer — kamu akan punya ekstensi kreatifnya. Ini bukan sekadar peningkatan alat, ini ledakan produktivitas yang belum pernah dilihat manusia sebelumnya. Dalam 100 tahun terakhir, produktivitas meningkat dua kali lipat setiap 30 tahun, tetapi dengan AI yang terwujud, laju ini akan benar-benar hancur. Kita berbicara tentang perluasan manusia sebagai unit produksi hingga empat- atau bahkan sepuluh kali lipat.

Tapi inilah masalahnya. Saudara-saudara Liberman tidak hanya khawatir tentang kecepatan — mereka benar-benar khawatir tentang siapa yang akan memegang kekuatan komputasi ini. Mereka melihat raksasa seperti OpenAI, Google, Meta, dan lainnya berusaha membangun apa yang mereka sebut monopoli generatif. Bayangkan: ketika AI mampu membuat aplikasi apa pun dalam hitungan milidetik, App Store akan menjadi sejarah. Pengembang akan menghilang dari rantai nilai. Pengguna akan berinteraksi langsung dengan raksasa AI, dan kini beberapa perusahaan mengendalikan hampir semua yang kamu lihat, dengar, dan pikirkan. Ini bukan kompetisi, ini kekuasaan di tingkat dewa dunia digital.

Itulah mengapa saudara-saudara Liberman meluncurkan Gonka. Filosofi mereka: AI terpusat membangun gedung pencakar langit, tetapi dunia membutuhkan jalan. Jaringan komputasi terdesentralisasi yang dapat diakses oleh semua orang. Mereka menyadari bahwa Bitcoin menghabiskan sumber daya komputasi besar untuk hashing, dan kekuatan ini bisa dialihkan ke perhitungan AI yang bermanfaat. Gonka memperkenalkan mekanisme baru — Proof of Compute, di mana penambang mendapatkan hadiah bukan untuk hashing yang tidak berguna, tetapi untuk perhitungan AI yang nyata. Harga GPU dalam jaringan ini turun beberapa tingkat dibandingkan layanan cloud.

Angka-angkanya mengesankan: dalam 100 hari, kekuatan komputasi H100 meningkat dari 60 menjadi 10.000 blok. Ini bukan sekadar angka — ini tanda bahwa industri sedang mencari alternatif yang putus asa terhadap raksasa terpusat. Investasi Bitfury sebesar 50 juta dolar menegaskan bahwa infrastruktur AI masa depan pasti akan bersifat terdistribusi dan terbuka.

Mengenai gelembung AI, saudara-saudara Liberman menawarkan pandangan menarik. Mereka percaya bahwa gelembung ini menggelembung karena harapan yang gila terhadap keuntungan monopoli di masa depan. Ketika jaringan terdesentralisasi menurunkan biaya komputasi, premi ini akan menghilang. Tapi ini bukan akhir — ini awal. Seperti keruntuhan dot-com yang meninggalkan serat optik yang mengelilingi planet, gelembung AI akan meninggalkan infrastruktur intelektual untuk loncatan peradaban berikutnya. Siapa yang pertama menguasai saluran desentralisasi berbiaya rendah, dia akan menembus abu.

Lalu, apa yang harus kita lakukan, orang biasa? Saudara-saudara Liberman menawarkan dua saran praktis. Pertama, lupakan menjadi programmer atau desainer yang sekadar baik — AI akan dengan mudah menggantimu. Tapi jika kamu pengembang yang tahu sastra Rusia, memahami fisika kuantum, dan mengerti hukum, kamu tak terkalahkan. AI mungkin tahu banyak, tetapi sulit baginya untuk meniru pemikiran interdisipliner yang kompleks, yang dibangun dari pengalaman dan budaya. Kombinasi unikmu menentukan tingkat pertanyaan yang bisa kamu ajukan ke AI.

Kedua, ambil posisi sebagai orang yang bertanggung jawab. AI bisa menghitung, tetapi tidak bisa memikul tanggung jawab. Dalam sistem kolaboratif masa depan, pelaksanaan akan menjadi murah, sementara pengambilan keputusan dan persetujuan akan mahal. Mereka yang berani memikul tanggung jawab atas hasil AI akan menjadi simpul utama ekonomi baru.

Bagi negara kecil, ini membuka peluang geopolitik yang besar. Alih-alih menunggu izin dari AS atau China, mereka bisa berpartisipasi dalam protokol terbuka seperti Gonka, memanfaatkan listrik murah dan ASIC-chip, untuk bergabung ke jaringan desentralisasi global. Negara kecil tidak perlu bersaing dalam ketinggian gedung pencakar langit — mereka cukup membutuhkan jalan raya AI tepat di depan pintu.

Akhirnya, ini adalah pertarungan untuk kedaulatan. Saudara-saudara Liberman melihat bahwa kode sumber tertutup dan monopoli adalah jalan menuju zaman abad pertengahan digital. AI terdesentralisasi adalah peluang terakhir bagi orang biasa untuk mempertahankan kendali atas masa depan mereka. Bitcoin membuktikan bahwa mata uang bisa didesentralisasi. Sekarang saatnya membuktikan bahwa alat produktivitas paling kuat tidak harus terkunci di bawah tanah gedung perusahaan, melainkan mengalir ke ujung jari setiap orang yang ingin bebas.
BTC-1,15%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan