Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini saya memperhatikan fenomena menarik di pasar cryptocurrency, semakin banyak manajer modal mulai meninjau kembali strategi investasi mereka. Banyak profesional di industri menekankan bahwa daripada hanya menyediakan likuiditas secara pasif, lebih baik terlibat secara aktif dalam pembangunan pasar.
Setelah mendengarkan berbagai pandangan dari para ahli, termasuk dari DWF Labs, Amber Premium, Edge Capital—beberapa investor terkenal—saya akhirnya memahami mengapa modal aktif sedang menjadi keunggulan kompetitif baru di bidang cryptocurrency. Pendiri Allocations, Kingsley Advani, yang mengelola modal sebesar 3 miliar dolar AS, menjelaskan bahwa manajemen modal aktif adalah tentang terus mengikuti peluang dan menyesuaikan alokasi berdasarkan perubahan pasar. Pendekatan ini memungkinkan respons cepat terhadap risiko dan peluang pasar, berbeda jauh dari likuiditas pasif yang statis.
Saya rasa perbedaan utama terletak pada, modal aktif mengejar imbal hasil yang disesuaikan dengan risiko, bukan sekadar tingkat pengembalian sederhana. Lingling Jiang dari DWF Labs menyebutkan bahwa investor pasif biasanya hanya menginginkan pengembalian dasar, sementara investor aktif menggunakan berbagai strategi seperti trading, investasi siklikal, dan arbitrase untuk melampaui pengembalian dasar tersebut. Robert Mrkrtchian, kepala riset Edge Capital, menambahkan bahwa manajemen aktif melibatkan strategi netral pasar, pengelolaan risiko, dan mampu memaksimalkan kinerja dalam berbagai kondisi pasar. Terutama selama periode volatilitas, fleksibilitas ini menjadi sangat penting.
Selain pertimbangan keuntungan murni, kontribusi modal aktif terhadap ekosistem secara keseluruhan juga sangat nyata. Market maker, venture capital, dan pengelola aset yang aktif dapat secara langsung meningkatkan kedalaman likuiditas dan stabilitas harga pasar. Alice Suen dari Amber Premium memberikan analogi yang sangat tepat: modal aktif seperti pembalap mobil balap, sementara likuiditas pasif adalah mesin yang menyediakan dukungan dasar. Strategi aktif meliputi produk terstruktur, derivatif, dan alokasi dinamis, yang membantu investor beradaptasi dengan lingkungan pasar cryptocurrency yang terus berubah.
Tentu saja, keseimbangan antara aktif dan pasif akan berubah sesuai siklus pasar. Dalam periode volatilitas atau pasar bullish, peluang arbitrase dan ketidakefisienan trading dapat memberikan keuntungan bagi strategi aktif. Tetapi dalam pasar bearish, pendapatan pasif seperti pinjaman stablecoin mungkin lebih aman dan dapat diprediksi. Jiang menyebutkan bahwa stablecoin dapat memberikan pengembalian lebih dari 7% selama masa tenang, sementara trading aktif lebih menarik selama periode volatilitas tinggi. Namun, sebagian besar ahli sepakat bahwa pendekatan terbaik adalah menggabungkan kedua strategi tersebut.
Seiring masuknya investor institusional ke pasar cryptocurrency, pentingnya manajemen aktif semakin menonjol. Institusi ini tidak lagi hanya mengejar pengembalian, tetapi lebih memperhatikan keseimbangan antara kinerja jangka panjang, keamanan, dan keberlanjutan. Mrkrtchian mengamati bahwa perusahaan pengelola aset profesional menerapkan strategi konservatif selama pasar bearish dan strategi agresif selama pasar bullish, sehingga fleksibilitas ini membuat modal aktif lebih mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi pasar dibandingkan modal pasif.
Kemunculan alat baru juga membuat manajemen aktif menjadi lebih efisien. Alat pengelolaan portofolio otomatis dan sistem berbasis AI dapat memantau risiko dan secara otomatis melakukan redistribusi modal. Investor institusional membutuhkan pengelolaan modal yang kompleks untuk mengatasi kerentanan kontrak pintar, masalah custodial, dan risiko regulasi, dan di sinilah manajer dana profesional menjadi kunci untuk memastikan penempatan yang aman dan pengembalian maksimal.
Secara keseluruhan, likuiditas pasif sangat penting untuk stabilitas pasar, tetapi modal aktif adalah faktor utama yang menentukan kinerja pasar, inovasi, dan perkembangan ekosistem. Seiring industri investasi cryptocurrency semakin matang dan terinstitusionalisasi, manajemen modal yang aktif—bukan sekadar menyediakan likuiditas—akan menjadi keunggulan kompetitif sejati.