Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
PM Modi Akan Memimpin Rapat Kunci CCS Pada Jam 7 Malam Ini di Tengah Perang di Asia Barat. Apa Agenda Utamanya?
(MENAFN- Live Mint) Perdana Menteri Narendra Modi akan memimpin pertemuan tingkat tinggi Komite Kabinet untuk Keamanan (CCS) hari ini, 1 April, untuk meninjau situasi yang terus berkembang akibat berlangsungnya perang di Asia Barat. Pertemuan itu akan diadakan pukul 7 malam, menurut kantor berita ANI
Dalam pertemuan CCS terakhir yang diadakan pada 22 Maret, PM Narendra Modi mengatakan bahwa konflik adalah situasi yang terus berkembang, dan seluruh dunia terdampak dalam beberapa bentuk. Ia mengatakan bahwa, dalam situasi seperti ini, semua upaya harus dilakukan untuk melindungi warga dari dampak konflik ini.
Komite Kabinet untuk Keamanan (CCS) adalah badan pengambilan keputusan tertinggi India untuk keamanan nasional, urusan strategis, dan pengeluaran pertahanan. Komite ini sering bertemu untuk menangani isu-isu kritis seperti perang regional, ancaman di perbatasan, serta mengamankan rantai pasok untuk komoditas penting dan energi.
Komite ini dipimpin oleh PM Modi dan beranggotakan Menteri Pertahanan, Keuangan, Dalam Negeri, dan Luar Negeri.
** Lihat Juga** | PM Modi di Gujarat pada Mahavir Jayanti hari ini: Apa saja agenda?
Pertemuan ini digelar di tengah perang Iran yang melibatkan pasukan AS dan Israel memasuki bulan kedua, dengan jajak pendapat terbaru yang menunjukkan meningkatnya keresahan di kalangan warga Amerika akibat permusuhan yang berkepanjangan.
Ketegangan meningkat setelah terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran yang berusia 86 tahun, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan militer pada 28 Februari.
Dalam situasi seperti ini, semua upaya harus dilakukan untuk melindungi warga dari dampak konflik ini.
Sebagai balasan, Iran menargetkan aset-aset Israel dan AS di beberapa negara Teluk, sehingga menyebabkan gangguan lebih lanjut pada jalur perairan dan berdampak pada pasar energi internasional serta stabilitas ekonomi global, mengganggu rute perdagangan melalui Selat Hormuz.
Pada 27 Maret, Perdana Menteri Narendra Modi memimpin pertemuan dengan para Kepala Menteri dan Gubernur Jenderal (Lieutenant Governors) dari negara bagian serta Wilayah Persatuan untuk meninjau kesiapsiagaan menghadapi situasi yang muncul akibat berlangsungnya perang di Asia Barat dan potensi dampaknya terhadap India.
Dalam pertemuan virtual tersebut, perdana menteri mengatakan bahwa India memiliki pengalaman sebelumnya dalam menghadapi gangguan global serupa, demikian pernyataan pemerintah. Ia juga mengingat respons kolektif selama pandemi COVID-19 enam tahun lalu, ketika Pusat dan negara bagian bekerja sama sebagai “Team India” untuk mengurangi dampak pada rantai pasok, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari, demikian bunyi pernyataan tersebut.
Presiden AS Donald Trump akan menyampaikan pidato kepada bangsa pada 2 April untuk memberikan pembaruan ‘penting’ tentang Iran, kata Gedung Putih pada Rabu. Pidato itu akan disampaikan pada pukul 9 malam waktu AS Kamis (6.30 Pagi IST). Juru bicara Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan.
** Lihat Juga** | Perang Iran AS LIVE: Charles III akan melakukan kunjungan kenegaraan ke AS meski ada seruan untuk membatalkan
“Besok malam pukul 9 malam ET, Presiden Trump akan menyampaikan pidato kepada bangsa untuk memberikan pembaruan penting tentang Iran,” tulisnya.
Beberapa jam sebelum pengumuman Gedung Putih, Trump mengatakan militer bisa mengakhiri ofensif terhadap Iran dalam dua hingga tiga minggu dan akan memindahkan tanggung jawab atas Selat Hormuz ke negara-negara yang bergantung padanya untuk minyak dan pengiriman. Teheran, kata Presiden AS, tidak perlu membuat kesepakatan sebagai prasyarat agar perang berakhir.
(Dengan masukan dari kantor berita)
MENAFN01042026007365015876ID1110928572