Pembayaran Seluler Terhambat karena Swiss Bertahan dengan Uang Tunai dan Debit

Seiring munculnya jenis pembayaran yang transformatif seperti aset digital dan pembayaran real-time, banyak pihak menganggap dominasi akhirnya sebagai sesuatu yang pasti.

Meskipun metode ini telah memperoleh daya tarik yang cepat di beberapa wilayah, inersia pembayaran ternyata sulit untuk diatasi di wilayah lain. Di AS, infrastruktur layanan keuangan yang sangat tertanam telah melahirkan ekosistem yang digerakkan oleh kartu, di mana jalur alternatif kesulitan memperoleh pangsa yang berarti.

Di Swiss, uang tunai sejak lama memiliki daya tarik budaya dan fungsional yang unik. Salah satu pendorong utamanya adalah preferensi kuat negara tersebut terhadap privasi keuangan—mungkin tidak mengejutkan mengingat negara itu identik dengan rekening bank Swiss.

Preferensi ini tidak bergeming bahkan ketika opsi pembayaran baru masuk ke pasar. Faktanya, data dari Bank Nasional Swiss (SNB) menemukan bahwa aplikasi pembayaran seluler seperti Apple Pay dan Twint milik Swiss sendiri menyumbang 17% transaksi tahun lalu, turun satu poin persentase dibanding tahun sebelumnya.

Peredaran Nilai Tinggi

Uang tunai tetap menjadi ciri yang menentukan dalam perdagangan Swiss. Negara ini menerbitkan pecahan banknote berdenominasi tertinggi ketiga di dunia—lembar 1.000 franc Swiss, senilai kira-kira $1.250—dan bahkan digunakan untuk pembelian besar, termasuk mobil.

Namun demikian, uang tunai tidak lagi menjadi metode pembayaran terdepan. Menurut SNB, kartu debit digunakan dalam 37% transaksi tahun lalu, sedangkan uang tunai menyumbang sekitar 30%. Kedua angka tersebut sebagian besar tidak berubah dari tahun ke tahun.

Demi Cinta pada Uang Tunai

Terlepas dari preferensi konsumen Swiss terhadap privasi, belum ada pemicu yang cukup kuat untuk mendorong pergeseran dari debit dan uang tunai menuju alternatif digital. Bahkan dengan peluncuran sistem Pembayaran Instan Kliring Antarbank Swiss (SIC IP)—serta eksplorasi interoperabilitas dengan layanan TARGET Instant Payment Settlement milik Uni Eropa yang bertetangga—adopsinya tetap terbatas.

Salah satu kemungkinan pemicu perubahan bisa datang dari para pedagang. Walaupun banyak perhatian telah diberikan pada biaya interchange kartu, pengelolaan uang tunai juga membawa biaya yang bermakna, termasuk keamanan, penyimpanan, dan transportasi.

Inilah mengapa banyak pedagang di UE baru-baru ini bersatu untuk mendesak para pembuat kebijakan agar tidak mewajibkan penerimaan uang tunai. Mereka berargumen bahwa persyaratan seperti itu akan memaksa bisnis untuk mempertahankan infrastruktur penanganan uang tunai yang mahal.

Namun, tingginya prevalensi uang tunai di Swiss menunjukkan bahwa mata uang fisik akan terus menjadi bagian inti dari lanskap ritel. Banyak responden dalam survei SNB mengatakan mereka merasa memiliki rasa kendali yang lebih besar saat membayar menggunakan uang tunai serta menghargai sifat nyata dari pengalaman tersebut.

Untuk semakin memperkuat pandangan ini, SNB baru-baru ini mengadakan kompetisi untuk merancang seri banknote berikutnya, yang dijadwalkan diluncurkan pada tahun 2030—sebuah tanda bahwa kedekatan Swiss dengan uang tunai kemungkinan besar tidak akan memudar dalam waktu dekat.

0

                    SHARES

0

                VIEWS
            

            

            

                Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di LinkedIn

Tag: Uang TunaiDebitKartu DebitPedagangBank Nasional SwissSwiss

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan