Oracle Berencana Mengurangi Ribuan Pekerja Sambil Mengembangkan Infrastruktur AI dan Cloud

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(MENAFN- AsiaNet News)

Terlihat bahwa Oracle Corporation berencana memangkas ribuan pekerjaan, dan pengumuman bisa datang sedini bulan ini. Laporan menyebutkan bahwa raksasa teknologi berbasis di AS itu mungkin segera mulai melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan. Langkah ini dikatakan sebagai upaya untuk mengendalikan biaya perusahaan. Oracle telah menghabiskan banyak dana untuk investasi besar yang berkaitan dengan Artificial Intelligence (AI) dan pembangunan pusat data baru.

Di bawah kepemimpinan Ketua Oracle, Larry Ellison, perusahaan memiliki rencana untuk membangun pusat data baru di seluruh dunia. Tujuan utamanya adalah menyediakan layanan AI, terutama menawarkan kemampuan komputasi AI kepada perusahaan seperti OpenAI. Melalui hal ini, Oracle ingin bersaing dengan pemain cloud teratas seperti Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure.

Untuk mendanai proyek-proyek besar ini, Oracle juga telah mengumumkan rencana untuk menggalang sekitar $50 miliar pada tahun 2026. Uang ini diperkirakan akan dihimpun melalui utang dan penjualan saham. Namun, analis pasar memperkirakan investasi-invstasi ini dapat membebani arus kas perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai bagian dari hal tersebut, Oracle dilaporkan berencana meninjau pekerjaan di banyak divisinya. Isunya adalah bahwa karena teknologi AI berkembang begitu cepat, beberapa pekerjaan mungkin tidak lagi dibutuhkan di masa depan, sehingga memicu pemangkasan pekerjaan di area-area tersebut.

Dikatakan pula bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk memperlambat atau bahkan menghentikan rekrutmen baru di divisi cloud untuk sementara waktu. Saat ini, Oracle memiliki sekitar 162.000 karyawan yang bekerja untuknya di seluruh dunia.

Laporan menunjukkan bahwa Oracle berencana memangkas antara 20.000 dan 30.000 pekerjaan. Ini akan menjadi salah satu langkah restrukturisasi terbesarnya untuk mengelola biaya dari ekspansi pusat data AI yang agresif.

Pemutusan hubungan kerja di sektor teknologi sedang meningkat karena investasi besar untuk membangun pusat data AI. Patut diingat bahwa tahun lalu, Microsoft melakukan pemutusan sekitar 15.000 karyawan. Demikian pula, banyak perusahaan memangkas jumlah staf mereka untuk menyeimbangkan investasi mereka dalam teknologi AI dan cloud.

MENAFN09032026007385015968ID1110835747

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan