Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ada cerita yang cukup menarik. Hanya enam hari setelah Epstein meninggal di pusat rehabilitasi di New York pada tahun 2019, menurut laporan FBI, tercatat bahwa tim tanggap dari Biro Penjara Federal tampaknya sedang merusak sejumlah besar dokumen di dalam fasilitas tersebut.
Menurut rincian laporan, seorang petugas rehabilitasi yang melihat sekumpulan dokumen yang dimasukkan ke dalam kantong yang dibawa ke tempat sampah dekat gerbang belakang Pusat Rehabilitasi Metropolitan melaporkan hal tersebut kepada petugas FBI. Saat itu, penyelidikan sedang berlangsung, meskipun proses tersebut sedang berlangsung.
Yang patut diperhatikan adalah, setidaknya beberapa narapidana dilibatkan dan dipaksa untuk membantu pengangkutan dokumen tersebut. Mereka dipaksa membawa sekitar 4 hingga 5 kantong berisi dokumen yang telah dirusak dengan mesin penghancur kertas. Para petugas yang memberi perintah kepada tim tersebut tampaknya menyuruh mereka untuk "mengambil semua kotak itu juga."
Lebih menarik lagi adalah langkah selanjutnya. Menurut laporan, dalam waktu hanya lima hari setelah kematian Epstein, Departemen Kehakiman di bawah pemerintahan Trump dikatakan telah menginstruksikan petugas penyelidik dari Kepolisian Kota New York untuk menghentikan penyelidikan kriminal terkait. Bahkan, mereka juga meminta agar penyelidikan independen terhadap properti Zorro Ranch milik Epstein di New Mexico dihentikan.
Apakah rangkaian peristiwa ini hanyalah prosedur biasa, atau ada maksud lain di baliknya? Melihat proses besar-besaran penghancuran dokumen di pusat rehabilitasi dan penghentian penyelidikan secara mendadak, banyak orang pasti akan mempertanyakan hal ini. Sebagai peristiwa bersejarah, catatan tentang bagian ini kemungkinan akan menjadi penting dalam pemeriksaan di masa depan.