Saya baru saja menerapkan GTD apa itu dan mengapa itu mengubah cara saya bekerja sepenuhnya. Getting Things Done bukan hanya metode manajemen tugas biasa, itu adalah sistem yang membantu Anda mengeluarkan segala sesuatu dari kepala dan mengaturnya secara sistematis.



Sebenarnya, alasan saya mempelajari apa itu gtd adalah karena saya terlalu kewalahan. Ratusan tugas setiap hari, selalu khawatir lupa sesuatu, stres terus-menerus. Hingga akhirnya saya memahami prinsip inti dari GTD: mencoba mengingat terlalu banyak akan mengurangi kemampuan fokus dan kreativitas. Itulah saat saya mulai mengerti mengapa diperlukan sistem yang dapat diandalkan.

Proses GTD cukup sederhana tetapi sangat efektif. Pertama adalah mengumpulkan - mencatat semuanya di satu tempat, jangan simpan di kepala. Saya menggunakan Notion sebagai inbox saya. Selanjutnya adalah menjernihkan - menentukan apakah tugas tersebut membutuhkan tindakan, dan apa langkah selanjutnya. Ada aturan 2 menit yang sangat bagus: jika bisa selesai dalam kurang dari 2 menit, lakukan langsung.

Bagian pengaturan juga sangat penting. Saya membagi pekerjaan menjadi beberapa kelompok: tugas yang harus dilakukan segera, tugas menunggu, proyek, janji. Cara ini membantu saya selalu tahu apa yang harus dilakukan pada waktu tertentu. Saat melaksanakan, saya memilih tugas berdasarkan prioritas, waktu yang tersedia, dan energi. Dan yang paling penting adalah melakukan review mingguan - menghabiskan 30-45 menit untuk memeriksa kembali sistem, memperbarui kemajuan.

Saya menyadari setelah menerapkan apa itu gtd dan cara kerjanya, produktivitas meningkat sekitar 35% hanya dalam beberapa minggu. Tidak hanya itu, stres berkurang karena saya tidak perlu khawatir lupa tugas lagi. Konsentrasi juga jauh lebih baik.

Ada beberapa catatan saat memulai. Jangan berusaha mengumpulkan semuanya secara tidak lengkap, catat semuanya. Jangan lewatkan langkah menjernihkan tindakan selanjutnya - ini adalah kunci. Dan ingatlah untuk melakukan review mingguan, jangan lewatkan langkah ini. Kesalahan lain adalah membuat sistem terlalu rumit - GTD harus sederhana dan fleksibel.

Alat tidak terlalu penting. Saya sudah mencoba Todoist, TickTick, Trello, Evernote. Semuanya bisa digunakan asalkan Anda menggunakannya secara rutin. Yang penting adalah kebiasaan, bukan alatnya.

Faktanya, Getting Things Done lebih merupakan filosofi hidup daripada sekadar metode manajemen waktu. Itu membantu Anda mengendalikan energi dan pikiran. Cukup terapkan 5 langkah yang benar, lakukan review secara rutin, Anda akan melihat hasil yang nyata dalam 2-4 minggu. Saya sudah mencobanya, dan itu benar-benar efektif.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan