Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#TrumpSignalsPossibleCeasefire
⚡️ PEMBARUAN TERAKHIR: RETORIKA PERANG DAN KEKACAUAN GENCAT SENJATA DALAM TEKANAN US-IRAN
Ketegangan antara AS dan Iran telah mencapai puncaknya dengan pernyataan keras dari kedua belah pihak dan perkembangan yang memanas di Selat Hormuz. Berikut apa yang terjadi dalam beberapa jam terakhir dan semua yang perlu Anda ketahui:
1. Sengketa "Anda Meminta Gencatan Senjata" - "Tidak, Kami Tidak"
Klaim Trump: Presiden Trump menuduh bahwa Iran meminta gencatan senjata dari AS. Trump mengatakan, "Kami akan menilai ini ketika Selat Hormuz terbuka, bebas, dan aman kembali. Sampai saat itu, serangan terhadap Iran akan terus berlanjut."
Penolakan Langsung Iran: Kementerian Luar Negeri Iran segera menolak klaim ini, menyebutnya "palsu dan tidak berdasar." Kementerian menyatakan, "Kami tidak menerima gencatan senjata. Kami menginginkan akhir perang dengan jaminan bahwa agresi semacam ini tidak akan diulangi." 2. Krisis di Selat Hormuz Memanas
Pesan Jelas dari Iran: Menteri Luar Negeri Iran Araghchi menyatakan bahwa masa depan Selat Hormuz akan diputuskan "hanya oleh Iran dan Oman," bukan oleh komunitas internasional. Dia menambahkan bahwa mereka tidak akan memberi izin lewat kepada kapal dari negara-negara yang sedang berperang dengan mereka.
Berita Terkini: Seiring meningkatnya ketegangan, laporan menunjukkan bahwa Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC) telah menyerang tanker lain di Selat Hormuz. Ini menunjukkan betapa berbahayanya situasi di lapangan.
3. Ancaman Militer dan Isyarat Penarikan yang Tidak Pasti
Pesan Bertentangan dari AS: Sementara Trump mengancam akan "menghancurkan" Iran, dia juga mengatakan bahwa AS akan menarik diri dari Iran "dengan cukup cepat," tetapi "dapat kembali jika diperlukan." Ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah AS memiliki strategi yang jelas. Tantangan Iran: Iran merespons kemungkinan serangan darat AS dengan mengatakan, "Kami menunggu mereka, kami sepenuhnya siap."
4. Kontak Latar Belakang
Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi kontak langsung dengan duta besar AS tetapi menekankan bahwa ini bukan "negosiasi" dan bahwa kepercayaan terhadap AS adalah "nol." Ini menunjukkan bahwa pintu untuk solusi diplomatik belum sepenuhnya tertutup, tetapi akan menjadi proses yang sangat sulit.
RINGKASAN:
Sebuah "perang kata-kata" penuh sedang berlangsung antara para pihak. Sementara aktivitas militer meningkat di lapangan, ketidakpercayaan mendominasi meja perundingan. Meski kata-kata "gencatan senjata" dan "negosiasi" beredar, tidak ada kemajuan konkret. Situasi di Selat Hormuz tetap menjadi titik paling kritis yang akan menentukan jalannya konflik.