Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini, muncul analisis menarik tentang pergerakan altcoin. Ini berasal dari laporan yang dipublikasikan oleh market maker besar, Wintermute, yang menunjukkan bahwa siklus 4 tahun pasar aset kripto konvensional sudah tidak berfungsi lagi. Ini mengindikasikan adanya perubahan struktural yang cukup signifikan.
Secara spesifik, yang terjadi adalah periode kenaikan altcoin di tahun 2025 yang dipersingkat menjadi sekitar 20 hari saja. Jika dibandingkan dengan sekitar 60 hari tahun sebelumnya, periode ini berkurang sepertiga. Artinya, masa di mana altcoin tidak mengalami kenaikan menjadi jauh lebih panjang.
Dulu, aliran modal biasanya mengalir ke Bitcoin (BTC), kemudian ke Ethereum (ETH), dan selanjutnya menyebar ke seluruh altcoin. Efek cascade ini membentuk pasar yang dipimpin oleh narasi tertentu. Namun, pada tahun 2025, siklus tradisional ini benar-benar melemah. Sebagai gantinya, hanya beberapa aset besar saja yang menyerap sebagian besar modal baru.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Penyebab utamanya adalah ETF dan perusahaan treasury aset digital (DAT) yang berkembang menjadi "lingkungan tertutup". Produk investasi ini memberikan modal stabil ke BTC, ETH, dan beberapa altcoin besar, tetapi karena terbatas pada aset tertentu, aliran modal ke altcoin lain tidak terjadi. Likuiditas terkonsentrasi pada sejumlah aset tertentu.
Selain itu, minat investor ritel yang beralih ke tema pasar saham seperti AI dan komputasi kuantum juga mempercepat konsentrasi modal di pasar aset kripto. Fenomena altcoin yang tidak naik ini didukung oleh faktor-faktor kompleks tersebut.
Dalam analisis Wintermute, mereka mengemukakan tiga skenario untuk perkembangan setelah 2026. Pertama, ETF dan DAT memperluas cakupan aset investasi. Kedua, kenaikan harga BTC atau ETH yang menyebar ke seluruh pasar altcoin. Ketiga, minat investor ritel kembali dari saham ke aset kripto.
Tanda-tanda ekspansi pasar, seperti pengajuan ETF untuk Solana dan XRP, sudah mulai muncul. Namun, sejauh mana modal benar-benar mengalir ke pasar altcoin masih belum pasti dan tetap tidak jelas.
Poin pentingnya adalah, daripada bergantung pada prediksi siklus 4 tahun yang konvensional, saat ini sangat penting untuk memahami aliran likuiditas dan perubahan psikologi investor. Untuk memahami alasan mengapa altcoin tidak naik, kita perlu mengamati baik aliran modal makro maupun psikologi investor mikro. Dalam fase di mana struktur pasar sedang mengalami perubahan besar ini, terasa bahwa teori lama sudah tidak berlaku lagi.