Ada sesuatu yang mungkin banyak orang meremehkan, cara perayaan Pekan Suci di Guatemala benar-benar berbeda. Tidak seperti di tempat lain yang menganggap Pekan Suci hanya sebagai beberapa misa dan libur, di sini benar-benar menjadi acara budaya nasional yang melibatkan seluruh negara, bahkan diakui secara resmi sebagai warisan budaya takbenda nasional.



Saya baru saja mengetahui bahwa semua ini berakar dari masa kolonial. Saat itu, misionaris Spanyol memperkenalkan agama Katolik, dan perayaan tentang penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus pun ikut datang. Tapi yang menarik adalah, komunitas pribumi setempat tidak langsung menyalin begitu saja, melainkan perlahan-lahan mengintegrasikan unsur budaya mereka sendiri. Pada abad ke-17 dan ke-18, kelompok religius yang disebut "cofradías" menjadi inti dari organisasi, mereka bertanggung jawab menyimpan patung suci, menyiapkan kereta bunga, mengoordinasikan rute pawai, bahkan membuat kostum dan menjaga ketertiban. Perkembangan seperti inilah yang membuat Pekan Suci menjadi ekspresi nasional yang benar-benar memadukan gaya Baroque, budaya pribumi, dan unsur kontemporer.

Inti dari Pekan Suci adalah prosesi, di mana barisan berjalan melintasi jalan utama di Guatemala, membawa patung-patung Yesus, Maria, dan tokoh-tokoh Alkitab lainnya. Kereta bunga yang terbuat dari kayu ini disebut "andas" dan beratnya bisa mencapai satu ton, diangkat oleh pria (disebut "cucuruchos") dan wanita ("cargadoras") yang mengenakan jubah panjang berwarna ungu atau hitam. Setiap langkah mereka diiringi karpet yang terhampar di jalan, dan karpet ini bukan kain biasa, melainkan dibuat dari serutan kayu berwarna, bunga segar, serta berbagai sayuran dan buah-buahan, digunakan untuk menggambar pola religius, geometris, dan budaya. Jujur saja, menghias dengan buah dan sayuran segar ini benar-benar unik, dan sulit ditemukan tradisi seperti ini di tempat lain.

Minggu Palma biasanya adalah hari yang paling dinantikan, memperingati kedatangan Yesus ke Yerusalem. Tapi jika ingin merasakan Pekan Suci secara lengkap, Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah masing-masing memiliki prosesi khusus. Ketiga hari ini menarik banyak penduduk lokal dan wisatawan dari seluruh dunia.

Kalau berbicara tentang tempat paling meriah selama Pekan Suci, pasti adalah Kota Tua Guatemala. Setiap musim ini, kota ini berubah menjadi salah satu destinasi paling populer di Amerika Tengah. Persiapan dimulai beberapa bulan sebelumnya, pemerintah setempat, toko-toko, sekolah, dan warga komunitas turut serta, melakukan dekorasi, membersihkan kota, dan mendukung sepenuhnya. Tingkat partisipasi masyarakat yang begitu besar ini benar-benar menunjukkan betapa pentingnya perayaan ini bagi masyarakat setempat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan