Proposal Departemen Tenaga Kerja Bisa Membuka 401(k)s untuk Bitcoin dan Aset Alternatif

Kementerian Tenaga Kerja AS telah meluncurkan rancangan aturan yang luas yang berpotensi secara signifikan memperluas beragam opsi investasi yang tersedia dalam rencana pensiun 401(k), menandai titik balik potensial bagi aset alternatif — termasuk kripto — dalam rekening pensiun dengan insentif pajak.

Diumumkan Senin oleh Biro Keamanan Manfaat Karyawan (Employee Benefits Security Administration) kementerian tersebut, proposal ini bertujuan untuk mengurangi ketidakpastian regulasi dan risiko litigasi bagi wali amanat (fiduciaries) yang mempertimbangkan investasi alternatif.

Langkah ini menyusul perintah eksekutif dari Donald Trump yang mengarahkan lembaga-lembaga untuk “mendemokrasikan akses” terhadap aset non-tradisional dalam portofolio pensiun.

Pada intinya, aturan tersebut menegaskan bahwa tanggung jawab fidusia di bawah Undang-Undang Keamanan Pendapatan Pensiun Karyawan (Employee Retirement Income Security Act) didasarkan pada proses, bukan hasil.

Manajer rencana akan mempertahankan diskresi luas untuk memasukkan berbagai opsi investasi — asalkan mereka mengikuti proses evaluasi yang hati-hati dan terdokumentasi dengan baik yang menilai faktor-faktor seperti biaya, likuiditas, penilaian, dan tolok ukur kinerja.

Menteri Tenaga Kerja Lori Chavez-DeRemer mengatakan proposal ini dirancang untuk menyelaraskan investasi pensiun dengan pasar keuangan modern. “Keberagaman yang lebih besar ini akan mendorong inovasi dan menghasilkan kemenangan besar bagi pekerja Amerika, pensiunan, dan keluarga mereka,” katanya.

BARU SAJA: 🇺🇸 Departemen Tenaga Kerja AS mengusulkan aturan yang akan memungkinkan investasi Bitcoin di 401(k)s. pic.twitter.com/JwQI0Ur4z1

— Bitcoin Magazine (@BitcoinMagazine) March 30, 2026

Bitcoin mendapat eksposur

Panduan ini dapat membuka pintu bagi meningkatnya eksposur terhadap aset digital seperti Bitcoin dalam rencana 401(k) — sebuah perkembangan yang sudah lama diupayakan oleh segmen industri kripto. Meskipun sponsor rencana secara teknis selalu diizinkan untuk mempertimbangkan aset tersebut, ambiguitas regulasi dan pedoman sebelumnya telah menimbulkan efek mencekam.

Pada 2022, pemerintahan Biden menerbitkan rilis kepatuhan yang mengingatkan para wali amanat agar tidak menawarkan kripto dalam rencana pensiun, dengan mengutip kekhawatiran volatilitas dan perlindungan investor.

Sikap itu kini dibalik, dengan Wakil Menteri Tenaga Kerja Keith Sonderling menekankan sikap netral. “Hari-hari departemen ini memilih pemenang dan pecundang sudah berakhir,” katanya.

Proposal ini tidak secara eksplisit mendukung kripto atau kelas aset tertentu. Sebaliknya, proposal ini menetapkan kerangka “safe harbor” yang dirancang untuk melindungi para wali amanat yang melakukan uji tuntas (due diligence) secara menyeluruh ketika menambahkan investasi alternatif ke menu rencana.

Pendekatan berbasis proses ini dapat memudahkan manajer aset untuk memperkenalkan dana yang terdiversifikasi yang mencakup eksposur ke private equity, properti real estat, atau aset digital, atau Bitcoin.

Aset seperti Bitcoin dapat meningkatkan imbal hasil jangka panjang dan memberikan lindung nilai terhadap inflasi, terutama bagi para penyimpan yang lebih muda dengan horizon waktu yang lebih panjang.

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (U.S. Securities and Exchange Commission) dan Departemen Keuangan AS (U.S. Department of the Treasury) sama-sama berkolaborasi dalam proses perumusan aturan tersebut, yang menandakan adanya upaya antarlembaga yang lebih luas untuk memodernisasi investasi pensiun.

BTC0,45%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan