Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pejabat tinggi Iran menantang Trump: Selat Hormuz pasti akan dibuka kembali, tetapi tidak akan dibuka untuk Amerika Serikat
Menurut laporan BBC dan RT (“Russia Today”), pada 1 April, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ibrahim Azizi, menulis sebuah postingan dan menyampaikan pesan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa Selat Hormuz pasti akan dibuka kembali, tetapi tidak akan dibuka untuk Amerika.
Azizi, pada hari yang sama, mengunggah postingan di platform media sosial X yang mengatakan, “Akhirnya Trump mewujudkan mimpinya tentang ‘pergantian rezim’, hanya saja—di tatanan maritim di kawasan tersebut!” “Selat Hormuz pasti akan dibuka kembali, tetapi tidak untuk kalian (Amerika); ia hanya akan dibuka untuk negara-negara yang mematuhi hukum baru Iran.” Azizi menambahkan bahwa era “keramahtamahan” selama 47 tahun sudah berakhir dan tak akan kembali. BBC menjelaskan bahwa Azizi merujuk pada periode sejak Revolusi Islam 1979.
Konflik militer AS-Iran berlangsung lebih dari sebulan. Selat Hormuz, yang merupakan “titik penting” bagi pelayaran global, mengalami hambatan berat, sehingga memicu rangkaian efek seperti lonjakan biaya pelayaran global dan penyesuaian tata letak rantai pasok. Selat Hormuz memainkan peran penting dalam pasokan dan pengangkutan minyak global serta gas alam cair. Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol, pada 16 Maret sebelumnya pernah menyatakan bahwa kerugian pasokan saat ini telah melampaui masa krisis minyak tahun 1973. Memulihkan pelayaran normal di Selat Hormuz sangat penting untuk menstabilkan pasar minyak.
Menurut laporan media Iran seperti kantor berita Tasnim, pada 30 Maret, Komisi Keamanan Dewan Perwakilan Islam Iran telah meluluskan rencana pengelolaan Selat Hormuz, menetapkan peran kendali bagi pasukan bersenjata Iran, serta secara tegas melarang kapal dari Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang menerapkan sanksi sepihak terhadap Iran untuk melewati selat tersebut.
Sumber artikel ini: Global Times
Peringatan risiko dan ketentuan penyangkalan