Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Asisten pengkodean di bawah naungan Anthropic bocor sebanyak 510.000 baris kode sumber, termasuk banyak fitur yang belum dirilis
Raksasa pendatang baru AI “membuka sumber” secara tak terduga kode sumber sebanyak 512 ribu baris dari asisten pengodean Claude Code milik Anthropic.
Pada 31 Maret menurut waktu setempat, akibat kesalahan saat pengemasan (packaging) oleh npm (pengelola paket), sebagian kode sumber dari alat pemrograman AI unggulan Anthropic, Claude Code, bocor, dengan total sekitar 512.000 baris, termasuk 4.756 berkas sumber, lebih dari 40 modul alat, dan beberapa fitur yang belum dirilis, sehingga terpaksa membuka sumber untuk para pengembang di seluruh dunia. Meskipun perusahaan segera merespons, para pengembang sudah membagikan kode-kode tersebut secara besar-besaran di komunitas seperti GitHub.
Terkait hal itu, pihak Anthropic menanggapi: “Kejadian ini tidak melibatkan atau membocorkan data atau kredensial pelanggan yang sensitif apa pun. Ini adalah masalah pengemasan publikasi yang disebabkan oleh kesalahan manusia, bukan celah keamanan. Kami sedang mengambil langkah untuk mencegah kejadian serupa terulang.”
Data yang dipublikasikan menunjukkan bahwa Anthropic didirikan pada 2021 oleh mantan karyawan OpenAI. Produk perusahaannya meliputi model besar seri Claude. Sejak didirikan, perusahaan telah menerima investasi dari raksasa teknologi seperti Amazon, Google, NVIDIA, dan Salesforce.
Bagi perusahaan rintisan seperti Anthropic yang menekankan “keamanan” dan sedang secara aktif mencari pencatatan IPO, kebocoran kode sumber jelas merupakan pukulan besar—memungkinkan para pesaing perusahaan dan pengembang perangkat lunak memahami secara mendalam proses pengembangan produknya, serta membuat pengguna dan investor merasa khawatir tentang keamanan data Anthropic.
Analisis media luar negeri menyebutkan bahwa informasi yang terungkap dari kebocoran kali ini memperlihatkan bagaimana Anthropic menangani satu tantangan inti yang dihadapi alat AI: bagaimana model mempertahankan akurasi saat menangani tugas yang berlangsung lama atau kompleks. Secara mengejutkan, Claude Code tidak secara langsung bergantung pada konten yang sebelumnya dihasilkan, melainkan akan terus mempertanyakan dan memverifikasi hasilnya sendiri untuk menghindari masalah “halusinasi”.
Selain itu, bahkan tanpa tindakan dari pengguna, Claude Code akan tetap berjalan di latar belakang, menyusun ulang informasi yang dipelajari, membangun hubungan di antara berbagai jenis konten, memperbaiki ketidakkonsistenan sebelum dan sesudah, serta membuang asumsi yang keliru. Saat pengguna kembali, Claude Code dapat menghasilkan pemahaman yang lebih jelas dan lebih akurat mengenai tugas tersebut.
Kebocoran kali ini juga menunjukkan bahwa Anthropic pernah mencoba melibatkan AI dalam pengembangan proyek open source, tetapi tidak memberi tanda secara jelas pada kontribusi terkait bahwa konten tersebut dihasilkan oleh AI. Pada saat yang sama, perusahaan sedang mengeksplorasi bagaimana membuat alat AI-nya memiliki sifat “kecanduan” yang lebih kuat, sehingga lebih sulit bagi pengguna untuk berhenti menggunakannya. Anthropic sedang mempertimbangkan peluncuran asisten proses penjaga mandiri dengan kode “Kairos”, serta “Buddy System (Sistem Pasangan)” yang menyertakan sistem hewan peliharaan elektronik lengkap.
Perlu dicatat bahwa ini sudah menjadi kedua kalinya Anthropic mengalami masalah kebocoran dalam waktu kurang dari satu minggu. Pada 26 Maret, seorang pengembang memperhatikan bahwa deskripsi model AI yang segera akan diluncurkan Anthropic dan beberapa dokumen terkait muncul di cache data publik.
Pada bulan Februari tahun ini, Anthropic menyelesaikan pendanaan senilai 30 miliar dolar AS yang dipimpin oleh perusahaan investasi teknologi MGX dari Uni Emirat Arab, sehingga valuasinya mencapai 38 miliar dolar AS. Pada 27 Maret, menurut laporan media luar negeri, Anthropic sedang membahas rencana penawaran umum perdana (IPO), dengan kemungkinan tercepat akan terdaftar di Amerika Serikat pada bulan Oktober tahun ini.
(Sumber dari: Harian The Paper)