Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini di komunitas banyak orang bertanya apa arti APY, terutama saat meneliti produk DeFi dan hasil staking. Saya rasa perlu untuk mengulas dengan baik konsep APY dan APR ini, karena salah paham keduanya benar-benar bisa mempengaruhi ekspektasi kamu terhadap hasil nyata.
Pertama, mari bahas perbedaan paling langsung. APR adalah tingkat bunga tahunan, persentase tahunan murni, tanpa hal-hal rumit. Misalnya kamu menyimpan 10.000 dolar, dengan tingkat bunga 20% per tahun, satu tahun mendapatkan 2.000 dolar, tiga tahun mendapatkan 6.000 dolar. Sangat sederhana, yaitu linier.
Pengertian APY sama sekali berbeda. APY singkatan dari Annual Percentage Yield, yang paling penting adalah mengandung efek bunga berbunga. Inilah inti dari apa arti APY—ini bukan sekadar tingkat bunga, melainkan mempertimbangkan efek bunga yang menghasilkan bunga.
Saya beri contoh konkret agar kamu paham. Sama-sama 10.000 dolar, tingkat bunga 20% per tahun, jika bunga dihitung setiap bulan, setelah satu tahun kamu bukan mendapatkan 12.000 dolar, melainkan 12.194 dolar. Selisih 194 dolar itu adalah kekuatan bunga berbunga. Kenapa? Karena bulan pertama kamu mendapatkan bunga, bulan kedua kamu menggunakan pokok yang lebih besar untuk mendapatkan bunga, dan seterusnya.
Frekuensi bunga berbunga semakin tinggi, kamu akan mendapatkan lebih banyak. Masih dengan contoh yang sama, jika dihitung harian, setelah satu tahun kamu akan mendapatkan 12.213 dolar. Lebih sekitar 13 dolar. Terlihat tidak banyak, tapi jika dipakai dalam kerangka waktu tiga tahun, produk dengan APR 20% yang dihitung harian akan memberi kamu 19.309 dolar, lebih banyak 3.309 dolar dibandingkan tanpa bunga berbunga. Inilah efek luar biasa dari bunga berbunga dalam jangka panjang.
Jadi, secara sederhana, arti APY adalah: setelah memperhitungkan efek bunga berbunga, persentase keuntungan nyata yang bisa kamu raih dalam satu tahun. APR 20% yang dihitung bulanan sebenarnya setara dengan APY 21.94%; yang dihitung harian adalah APY 22.13%. Angka-angka ini adalah hasil pengembalian tahunan nyata yang bisa kamu terima.
Di DeFi ini sangat penting. Produk yang berbeda mungkin menggunakan APR atau APY untuk menunjukkan hasil, bahkan ada yang mencampur keduanya. Saat membandingkan dua produk staking, jangan langsung lihat angka besar kecilnya, pastikan mereka menggunakan standar yang sama. Produk dengan APY 15% mungkin memberi hasil yang lebih sedikit secara nyata dibandingkan produk dengan APR 18%, karena frekuensi bunga berbunga berbeda.
Ada satu poin yang mudah diabaikan: beberapa produk DeFi menyebut APY berdasarkan nilai aset kripto, bukan fiat. Artinya kamu benar-benar mendapatkan lebih banyak token, tapi jika harga token tersebut turun, nilai dolar kamu mungkin tetap rugi. Jadi, saat melihat hasil apapun, pastikan untuk membaca detail syarat dan ketentuan, dan pahami risiko apa yang sebenarnya kamu tanggung.
Kesimpulannya: APR adalah tingkat bunga statis tahunan, sedangkan APY adalah tingkat pengembalian nyata yang mempertimbangkan bunga berbunga. Ingat perbedaan ini, saat menilai produk DeFi kamu tidak akan terjebak oleh angka-angka semata. Bunga berbunga adalah mesin pertumbuhan kekayaan jangka panjang, tapi syarat utamanya adalah kamu benar-benar memahami arti APY, bukan hanya terbawa oleh angka di permukaan.