Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kepala sekolah menolak membongkar sarang burung: Bagaimana pengasuhan ala peliharaan membuat orang menjadi malas
Seorang kepala sekolah SMA di Shenzhen menolak permintaan seorang siswa kelas akhir untuk membongkar sarang burung, dan opini publik ramai-ramai bersorak mendukung.
Kejadiannya berawal dari seorang siswa kelas akhir. Karena suara kicau burung mengganggu persiapan ujian, ia menulis surat kepada kepala sekolah dan meminta untuk membongkar sarang burung. Kepala sekolah ini menolak permintaannya. Saat diwawancarai, ia menjelaskan, hari ini dia merasa burung-burung itu berisik, besok mungkin dia akan merasa suara AC dan suara tetesan air juga berisik. Kita perlu belajar untuk hidup berdampingan dengan dunia ini, bukan membuat dunia menyesuaikan diri dengan kita.
Ucapan kepala sekolah ini tidak berlebihan atau menakut-nakuti. Ia tidak mengangkat isu kecil menjadi besar. Justru karena itulah ia mendapat resonansi dan pujian—tepat menyentuh semacam kondisi patologis dalam pendidikan saat ini: setiap kali anak belajar, anggota keluarga pun menahan napas, tidak berani bersuara, takut mengganggu proses belajar anak. Pola asuh yang berlebihan seperti ini telah menimbulkan konsekuensi serius.
Rekomendasikan untuk masuk ke database Caixin agar Anda bisa mengakses informasi makroekonomi, saham dan obligasi, serta profil tokoh perusahaan kapan saja. Data keuangan ada dalam kendali Anda.