Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru saja saya membaca kembali kisah kolonel Sanders dan itu benar-benar membuat saya terkesan. Tahukah Anda, apa inti dari cerita ini? Ini bukan sekadar cerita tentang KFC, ini adalah kisah tentang bagaimana seseorang menolak menyerah di usia 65 tahun, saat tampaknya semuanya sudah berakhir.
Harland Sanders lahir pada tahun 1890 di Indiana. Masa kecilnya berat—ayahnya meninggal saat dia berusia 6 tahun, dan bocah kecil itu harus memasak dan mengawasi adik-adiknya. Dia berhenti sekolah di kelas 7 dan mulai bekerja di mana saja—di pertanian, sebagai kondektur, penjaga boiler, bahkan sebagai tentara. Di mana pun, dia mengalami kegagalan dan pemecatan. Cerita kegagalan biasa, tampaknya.
Namun, pada usia 40 tahun, kolonel Sanders akhirnya menemukan jalannya. Dia mengelola pompa bensin tempat dia memasak makanan untuk para pelancong. Dan ayam gorengnya—wow, orang-orang sangat menyukainya. Dia merasakan untuk pertama kalinya bahwa dia memiliki sesuatu yang berharga. Sepertinya, hidup akhirnya tersenyum padanya.
Tidak. Pada usia 65 tahun, pemerintah membangun jalan tol baru melewati restorannya. Bisnisnya bangkrut. Yang tersisa hanyalah cek jaminan sosial sebesar 105 dolar. Kebanyakan orang pada usia itu akan langsung pensiun dan melupakan semuanya.
Namun, kolonel Sanders berbeda. Dia mengisi mobilnya dengan resepnya dan mulai berkeliling dari satu restoran ke restoran lain. Menawarkan resep secara gratis dengan bagian dari penjualan. Tidur di mobil, mengetuk pintu, tidak menyerah. Dan dia ditolak sebanyak 1009 kali. Seribu kali orang mengatakan tidak padanya. Seribu kali!
Namun, pada percobaan ke-1010, satu restoran setuju. Begitulah, dari tidak ada apa-apa, lahirlah Kentucky Fried Chicken. Pada usia 70 tahun, KFC sudah menjangkau seluruh Amerika. Pada tahun 1964, kolonel Sanders menjual perusahaan seharga 2 juta dolar—kalau dihitung sekarang, itu lebih dari 20 juta. Hari ini, KFC beroperasi di 145 negara dengan 25 ribu cabang.
Tahukah Anda, apa inti dari cerita ini? Kolonel Sanders membuktikan bahwa usia dan jumlah penolakan bukanlah hukuman. Itu hanyalah umpan balik. Dia memulai di usia 65 tahun dengan tidak lebih dari sebuah ide dan ketekunan. Dan dia membangun kerajaan global. Jika seseorang di usianya bisa melakukan ini, apa yang menghalangi kita? Inilah pelajaran sejati. Setiap kali ingin menyerah, ingat kolonel Sanders dan saya sadar—ini baru permulaan.