Jadi beberapa hari lalu saya lihat banyak yang bertanya di komunitas, apa itu Omni Network? Menarik sih, karena ini adalah salah satu proyek yang coba mengatasi masalah fragmentasi likuiditas di ekosistem Layer 2 Ethereum. Mari kita bahas lebih dalam.



Omni Network pada dasarnya adalah blockchain Layer 1 yang punya misi unik: memungkinkan developer membangun aplikasi di berbagai Layer 2 tanpa perlu khawatir soal keamanan. Mereka memanfaatkan toolkit Cosmos SDK dan infrastruktur EigenLayer untuk menghubungkan berbagai Layer 2 dengan cepat dan aman. Konsepnya sederhana tapi powerful.

Untuk memahami apa itu OMNI token, perlu tahu dulu kegunaannya. Token ini bukan hanya aset spekulatif, tapi punya fungsi nyata di ekosistem. OMNI dipakai untuk bayar transaksi di Omni EVM, jadi setiap kali kamu execute transaksi, kamu butuh token ini. Selain itu, pemegang OMNI bisa ikut dalam governance keputusan protokol. Ada juga staking mechanism di mana pengguna bisa lock token mereka untuk dapat rewards dan bantu secure network.

Masalah yang ingin dipecahkan cukup jelas. Saat ini ada terlalu banyak solusi Layer 1 dan Layer 2 di market, dan ini menyebabkan liquidity terpecah-pecah. Developer dihadapkan dua pilihan sulit: memilih satu ekosistem saja (tapi user harus pakai bridge, ribet), atau membangun di multiple chains dengan protokol cross-chain (tapi kompleks dan rawan keamanan). Omni Network datang dengan solusi alternatif yang lebih elegant.

Dari sisi teknologi, mereka pakai model dual staking yang cukup sophisticated. Ada Consensus Layer yang didukung CometBFT, tempat validator berkumpul untuk agree tentang state jaringan. Layer ini menggunakan Delegated Proof of Stake, jadi pengguna bisa delegate liquid restaking tokens seperti ezETH atau pufETH ke validator. Ini adalah inovasi menarik karena user bisa dapat rewards sambil help secure network.

Kemudian ada Execution Layer atau Omni EVM yang handle transaksi actual. Mereka pakai aplikasi pihak ketiga seperti Geth dan Besu untuk achieve throughput tinggi. Fee mechanism mengikuti EIP-1559 standard, jadi biaya bisa adjust sesuai network demand. Ini membantu user tidak kena charge terlalu besar saat transaksi.

Dari sisi adoption, proyek ini sudah masuk ke Launchpool di salah satu bursa besar pada April 2024, yang menunjukkan ada backing dan interest dari komunitas. Roadmap mereka cukup ambisius dengan rencana integrasi berbagai protokol dan expansion ke sistem data availability alternatif.

Jadi kesimpulannya, apa itu Omni pada intinya adalah attempt untuk solve interoperability problem di Ethereum Layer 2 landscape. Bukan silver bullet, tapi interesting approach untuk reduce liquidity fragmentation. Untuk investor atau developer yang tertarik, worth untuk deep dive lebih dalam tentang technical implementation dan ecosystem growth mereka.
ETH2,07%
EIGEN0,36%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan