Gara-gara film dan series populer, industri travel lagi ngalami booming yang gila-gilaan. Bloomberg baru-baru ini highlight bahwa lokasinya yang jadi background cerita favorit kita udah nenarik wisatawan masuk dengan jumlah yang fantastis—sampai 8 miliar dolar lebih, bisa dibayangkan berapa banyak orang yang mau jalan-jalan ke sana.



Ada yang menarik dari fenomena ini sih. Kalau dulu orang liburan cuma karena pengen relaksasi atau lihat pemandangan alam, sekarang mereka specifically mau datang ke lokasi syuting. Jadi kayak ada semacam obsesi untuk experience langsung tempat-tempat yang mereka liat di layar. Ini tren yang benar-benar menunjukkan seberapa powerful pengaruh media terhadap keputusan travel kita.

Tapi di balik kesuksesan ini, ada cerita lain yang kurang menyenangkan. Beberapa kota kecil mulai merasa overwhelmed dengan jumlah pengunjung yang terus membanjiri. Mereka sebenarnya lebih pengen maintain vibe tenang mereka, daripada jadi tourist hotspot yang crowded banget. Jadi ada semacam dilema—antara keuntungan ekonomi dari 8 miliar dolar ini versus kehilangan identitas dan ketenangan lokal.

Sebenarnya ini reflection yang bagus tentang bagaimana media dan entertainment bisa reshape travel industry. Dari satu sisi, ini opportunity besar untuk ekonomi lokal. Tapi dari sisi lain, ada pertanyaan tentang sustainability dan bagaimana preserve authentic experience dari kota-kota ini. Interesting moment untuk travel industry, definitely worth watching.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan