Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Begini Tanggapan Satoshi Nakamoto Soal Cara Bitcoin Hadapi Komputer Kuantum
Arsip diskusi dari forum BitcoinTalk tertanggal 10 Juli 2010 kembali mencuat sebagai jawaban atas kekhawatiran (FUD) yang disebarkan Google mengenai ancaman komputer kuantum terhadap Bitcoin dan industri kripto. Dalam arsip tersebut, Satoshi Nakamoto menegaskan bahwa algoritma SHA-256 milik Bitcoin sangat kuat dan bisa bertahan selama beberapa dekade. Ia menjelaskan bahwa jika terjadi ancaman besar yang mampu memecahkan kode tersebut, jaringan blockchain memiliki mekanisme pertahanan yang adaptif untuk menjaga keamanan dana pengguna.
Satoshi memaparkan strategi teknis jika terjadi kegagalan algoritma secara tiba-tiba maupun bertahap. Jika serangan terjadi mendadak, komunitas dapat menyepakati blok terakhir yang valid sebelum gangguan dimulai, mengunci blok tersebut (lock-in), dan melanjutkan jaringan dengan fungsi hash baru. Namun, jika ancaman datang secara bertahap, software akan diprogram untuk beralih ke algoritma yang lebih kuat pada nomor blok tertentu. Pengguna cukup melakukan update software untuk menandatangani ulang (re-sign) aset mereka di dalam wallet guna mencegah eksploitasi.
Penjelasan visioner dari 16 tahun lalu ini memberikan kontradiksi kuat terhadap simulasi Google yang memprediksi pengurasan massal wallet kripto dalam hitungan hari. Satoshi menekankan bahwa software Bitcoin dapat menyimpan hash baru dari seluruh blok lama untuk memastikan tidak ada blok palsu dengan hash lama yang bisa digunakan. Hal ini membuktikan bahwa arsitektur Bitcoin sejak awal telah dirancang untuk berevolusi dan melakukan transisi algoritma secara tertib, memastikan ekosistem tetap aman meskipun menghadapi terobosan teknologi komputasi di masa depan.